TUTUP
TUTUP
POLITIK

Heboh Spanduk Setya Novanto Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Tak ada yang mengaku memasang spanduk tersebut.
Heboh Spanduk Setya Novanto Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Spanduk dukungan Jokowi-Setnov di Pilpres 2019 di arena Rapimnas Golkar (VIVA.co.id/Muhammad Ali Wafa)

VIVA.co.id - Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar 2016 diwarnai ratusan spanduk bertuliskan dukungan untuk Ketua Umum Setya Novanto sebagai wakil Presiden 2019 mendampingi Presiden Joko Widodo. Namun tak ada pihak yang mau bertanggung jawab terkait spanduk tersebut.

Dari spanduk yang berada di lapangan, jelas tertulis bahwa organisasi sayap Golkar Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong-royong (MKGR) yang mengucapkan selamat lewat spanduk.

Spanduk itu bertuliskan, 'Selamat atas terselenggaranya Rapimnas I Partai Golkar untuk memutuskan Bpk Ir Joko Widodo dan Bapak Setya Novanto sebagai capres dan cawapres Partai Golkar pada pemilihan presiden 2019'.

Idrus Marham selaku Sekretaris Jenderal Partai Golkar menilai spanduk tersebut sengaja disebar pihak-pihak tertentu untuk merusak internal partai dan merusak hubungan partai dengan pendukung pemerintah.

"Cara berpolitk Golkar tidak seperti itu. Kita enggak mau nuding siapa saja. Ini tidak bermoral dan bukan yang bermartabat," kata Idrus di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016 malam.

Ditegaskan Idrus, Rapimnas kali ini bukan untuk membahas pencalonan Setya Novanto sebagai Capres 2019. Tak hanya Idrus yang mengomentari perbuatan kotor oknum si pemasang spanduk.

Roem Kono selaku Ketua Umum MKGR membantah keras jika dirinyalah pihak yang memasang spanduk tersebut. Roem tak main-main, ia akan memperkarakan persoalan spanduk ini ke jalur hukum.

"Kami akan menyelidiki karena ini merusak citra partai. Kami mengukutuk keras, ini konspirasi," tegas Roem dengan suara lantang.

Dan selaku Ketua Umum AMPG Fahd El Fouz mengaku kaget dengan spanduk yang beredar di area Jakarta Convention Center (JCC) tempat Rapimnas berlangsung. Ia menyebut ini sebuah pembunuhan karakter Partai Golkar.

Dengan sigap, Fahd langsung meminta para petugas mencopot spanduk tersebut. "Di situ ada foto saya, sama sekali tidak tahu. Setelah mendapat informasi itu yaitu sekitar pukul setengah 12 kita langsung lepas. Anak-anak AMPG langsung lepas," ucapnya.

Tak segan ia pun akan membawa perkara ini ke ranah hukum. "Buktinya sudah ada semua, sekitar 120 spanduk dikumpulkan," katanya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP