TUTUP
TUTUP
POLITIK

Marwan Jafar Dicopot, Jatah Menteri PKB Tetap

Pengganti Marwan sebagai Menteri Desa juga kader PKB
Marwan Jafar Dicopot, Jatah Menteri PKB Tetap
Marwan Jafar (ANTARA/Ismar Patrizki)

VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan hasil rehuffle Kabinet Kerja di Istana Negara, Rabu, 27 Juli 2016. Jokowi mengganti 12 menteri dan satu kepala badan negara.

Dari 12 menteri yang diganti Jokowi, empat menteri hanya bergeser posisi dan delapan di antaranya terdepak dari jabatannya.

Salah satu menteri yang terdepak dari jabatannya adalah Marwan Jafar, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Desa, dan Transmigrasi. Marwan digantikan oleh Eko Putro Sanjoyo, yang tak lain adalah kolega Marwan di PKB.

Politikus PKB Maman Imanulhaq mengatakan meskipun Marwan Ja'far terpental di kabinet, sejatinya 'jatah' PKB di kabinet Jokowi tidak berkurang. PKB tetap mendapat 'jatah' empat menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK, yaitu Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Desa, dan Transmigrasi.

"Mas Eko adalah bendahara umum di PKB. Beliau adalah deputi rumah transisi yang jadi representatif PKB," kata Maman di Gedung DPR, Jakarta.

Maman mengakui kompetensi Eko yang memang menguasai bisnis dan politik desa. Kompetensinya itu yang diprediksi menjadi pertimbangan Jokowi memasukkannya menggantikan Marwan Jafar.

Maman lantas bercerita soal adanya evaluasi menyeluruh dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar terhadap kinerja pemerintahan baik menteri maupun kelembagaan.

"Ketika sehari sebelum harlah PKB 18 kemarin, kita dikumpulkan di DPP lalu dievaluasi. Malah diminta untuk ditulis baik yang legislatif atau eksekutif dan teman-teman yang jadi suppoting system," ujar Maman.

Kendati begitu, Maman menolak beromentar terkait alasan Marwan Jafar dicopot dari kabinet. Menurut dia, alasan itu lebih tepat ditujukan kepada Presiden Jokowi. Sebab, meski partai mengevaluasi, tapi penentuan reshuffle kabinet menjadi hak prerogatif Presiden.

Ia menambahkan, saat ini Presiden tak butuh menteri yang reaktif ataupun atraktif. Tapi presiden membutuhkan menteri yang terus bekerja tanpa ada instruksi. Ia pun menyatakan dukungannya pada kebijakan presiden termasuk soal reshuffle.

"Karena ini menyangkut peningkatan kinerja terutama tim ekonomi. PKB dalam posisi mendukung seluruh kebijakan presiden," kata Maman. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP