TUTUP
TUTUP
POLITIK

Revisi UU Antiterorisme Diminta Tetap Perhatikan HAM

Masyarakat juga harus dilibatkan dalam pencegahan terorisme.
Revisi UU Antiterorisme Diminta Tetap Perhatikan HAM
Barang bukti kasus terorisme (VIVA/Dyah Pitaloka)

VIVA.co.id – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang Undang (RUU) Antiterorisme, Arsul Sani menjelaskan soal poin hasil kunjungan pansus untuk kepentingan revisi. Salah satu hasilnya adalah pansus mendapat masukan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme.

"Hasil kunjungan (pansus ke daerah) pada umumnya relatif sama yakni mempersilakan pembuat UU melakukan revisi. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan terutama kegiatan deradikalisasi hendaknya lebih ditingkatkan dan diperhatikan," kata Arsul melalui pesan singkat, Senin, 25 Juli 2016.

Ia mengatakan, masyarakat harus lebih banyak terlibat dalam pencegahan terorisme. Sebab ,masyarakat yang sehari-hari bisa menjadi saksi penyebaran adanya paham-paham radikal di lingkungan masing-masing.

"Revisi tetap harus memperhatikan perlindungan HAM baik mereka yang diduga tersangkut maupun yang menjadi korban. Dalam konteks ini maka kekerasan oleh aparat tidak boleh lagi terjadi kecuali dalam situasi di mana ada perlawanan yang membahayakan masyarakat," ujarnya menambahkan.

Ia menyebutkan, selain masyarakat luas, unsur masyarakat yang bisa memperkuat pencegahan paham terorisme adalah berbagai ormas seperti seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nadhlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, kalangan pesantren, organisasi kepemudaan hingga akademisi.

Hal tersebut disampaikan Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyusul rencana revisi atas UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang kini dibahas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pansus DPR kemudian melakukan kunjungan ke daerah terkait hal ini termasuk ke Solo, Jawa Tengah.

(mus)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP