TUTUP
TUTUP
POLITIK

Jokowi Ingin Ekonomi Indonesia Terus Naik

Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat.
Jokowi Ingin Ekonomi Indonesia Terus Naik
Presiden Jokowi pidato dalam acara Silatnas Relawan Jokowi, Minggu, 24 Juli 2016 (VIVA.co.id/ Moh. Nadlir.)

VIVA.co.id - Dalam acara silaturahmi nasional (Silatnas) relawan dan pendukungnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya. Jokowi berharap, ekonomi Indonesia tahun ini, khususnya pada semester ini bisa tumbuh lebih baik dibanding pada semester yang sama tahun lalu.

"Alhamdulillah, kita masih bisa bertahan pada angka 5 dan 5 sedikit. Insya Allah tahun ini, semester ini, semoga kita doa bersama agar ekonomi kita (naik)," ujar Jokowi di Wisma Serba Guna, Senayan, Jakarta, Minggu, 24 Juli 2016.

Jokowi mengatakan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk ekonomi Indonesia bisa naik secara perlahan. Jika demikian, maka kondisi ekonomi Indonesia berada pada fase yang baik.

"Titik baliknya sekarang, untuk naik kembali, sedikit demi sedikit. Pada saat kesempatan itu ada, artinya ekonomi membaik," ujar Jokowi.

Sebab, Jokowi mengungkapkan, bersamaan dengan dia yang hampir dua tahun menjabat sebagai Presiden, ekonomi dunia justru melambat, bahkan menurun. Sejumlah negara pun sudah terkena imbas tekanan ekonomi global.

"Semua negara alami tekanan ekonomi global. Ada yang bisa bertahan, ada yang tidak, ada negara yang gagal, ada minus 3, minus 7, ada yang jatuh 1 persen," ujar Jokowi.

Karena itu, dia menyatakan bahwa wajar saja jika ekonomi Indonesia mengalami hal yang sama, seperti yang dialami banyak negara di dunia tersebut.

"Tekanan ekonomi yang kita alami, hampir dialami semua negara. Tidak ada yang bisa lolos dari tekanan itu," tegas Jokowi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2016 hanya mencapai 4,92 persen. Capaian tersebut memang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun 2015 lalu, yang mencapai 5,04 persen.

Akan tetapi, jika perbaikan itu bisa berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya, maka pertumbuhan ekonomi 2016 bisa mencapai 5,2 persen bahkan 5,3 persen.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP