TUTUP
TUTUP
POLITIK

Pokemon GO, Tantangan Orangtua dan Guru

Dadang menilai, terlalu banyak main game bisa merusak mental.
Pokemon GO, Tantangan Orangtua dan Guru
Main games Pokemon Go. (REUTERS/Mark Kauzlarich)

VIVA.co.id - Anggota Komisi X DPR, Dadang Rusdiana, mengatakan orangtua dan guru harus memberikan pemahaman yang baik kepada anak didik dalam bermain game. Apalagi saat ini, sedang terjadi demam permainan Pokemon Go.

"Kita juga enggak bisa secara buta melarang anak bermain game karena ada beberapa game yang bisa merangsang kreativitas anak," kata Dadang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016.

Menurut dia, orang tua harus membatasi waktu anak untuk bermain. Karena terlalu sering bermain game yang begitu banyak dan mudah di-download di ponsel pintar, tumbuh kembang anak bisa terganggu.

"Kalau anak-anak larut dalam game-game seperti itu juga akan merusak kadar mental, kreativitasnya, yang harusnya belajar kemudian terkuras untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Yang penting sekarang orangtua bisa mengendalikan jadwal yang dilakukan anak-anak," ujarnya.

Politikus Partai Hanura itu menilai demam Pokemon Go pada anak sekolah bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik atau guru. Dia berpendapat, guru seharusnya memiliki metode pembelajaran yang bisa meningkatkan daya tarik anak untuk mau belajar.

"Ke depan metode pembelajaran dengan sistem audio visual itu kan lebih menarik. Ketika guru memberikan pengajaran kreatif dengan menggunakan metode audio visual, saya kira ini bisa sedikit mengurangi agar anak merasa bahwa ternyata kegiatan belajar mengajar di sekolah itu lebih menarik dibandingkan dengan game-game yang lain," tuturnya.

Sebelumnya, ada larangan bagi anggota kepolisian dan pihak yang berada di Istana Presiden untuk memainkan game yang sedang hits Pokemon Go. Ketua DPR Ade Komarudin juga sudah melarang permainan tersebut. (ase)

Laporan: Yunisa Herawati

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP