TUTUP
TUTUP
POLITIK

'Dilarang Mencari Pokemon di DPR'

Pengumuman itu tertempel tak jauh dari ruang sidang paripurna.
'Dilarang Mencari Pokemon di DPR'
Pengumuman dilarang mencari Pokemon (VIVA.co.id/Lilis Khalisotussurur)

VIVA.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat mengadakan rapat paripurna di ruang sidang paripurna, Rabu, 20 Juli 2016. Tak jauh dari ruang sidang tertempel kertas putih bertuliskan, 'Dilarang Mencari Pokemon di Area DPR, TTD Rakyat'.

Masih belum jelas larangan tersebut memang berasal dari Kesetjenan DPR atau bukan. Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I DPR, Nurhayati Assegaf menilai bagus adanya larangan tersebut.

"Tapi hal itu dari pribadi masing-masing kapan dia mau main. Kalau saya ada yang lebih penting dari bermain Pokemon," kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta.

Soal adanya anggota DPR yang bermain Pokemon di lingkungan DPR, ia menilai masing-masing anggota pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan sesuai kepatutan.

"Buat saya ketika dilakukan di jam-jam senggang itu manusiawi. Tapi bukan berarti jadi kecanduan, apalagi merugikan," kata Nurhayati.

Menurut politikus Partai Demokrat itu, polemik permainan asal Jepang itu tidak perlu dibesarkan. Sebab, dengan begitu membuat orang menjadi penasaran. Ia sendiri mengaku tak tertarik dengan Pokemon, begitu pun anak-anaknya.

Hingga kini, pihak setjen DPR belum mengklarifikasi saat dihubungi VIVA.co.id soal larangan bermain tersebut dari pihaknya atau ada masyarakat yang sengaja menempelnya di DPR. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP