TUTUP
TUTUP
POLITIK

Optimisme PDIP Sambut Pilkada dan Pemilu 2019

Seluruh kader diminta siap memenangkan partai.
Optimisme PDIP Sambut Pilkada dan Pemilu 2019
Halal bi halal dan diskusi oleh Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan, Minggu, 17 Juli 2016. (VIVA.co.id/Rifky Arsilan)

VIVA.co.id – Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun depan, PDI Perjuangan (PDIP) membedah Undang Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu) PDI Perjuangan Teras Narang mengatakan, hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pilkada serentak mendatang.

Ia mengatakan, seluruh kader PDI Perjuangan di semua level dan tingkatan harus bisa menjadikan hasil Pilkada 2015 sebagai pelajaran untuk meraih kemenangan dalam pilkada serentak 2017.

"Sebagai parpol (partai politik), kami harus bisa mempersiapkan diri agar peranan sebagai parpol sesuai dengan keinginan rakyat dan sesuai dengan Konstitusi," kata Teras Narang dalam acara halal bihalal BP Pemilu PDI Perjuangan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu, 17 Juli 2016.

Dia melanjutkan, PDI Perjuangan sebagai parpol harus bisa mempersiapkan kader, perangkat dan mesin partai, terutama yang ada di daerah. Partai Moncong Putih berharap tak hanya memenangkan pilkada, namun juga Pemilu 2019 baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.  

"Kami harus perhatikan Konstitusi kita. Saya dulu di Komisi II DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) membidangi soal politik ini. Sejak Reformasi, ada 14 UU  yang dilahirkan menyangkut Pemilu. Sekarang kita harus siap bahwa tahun 2019 akan terjadi pemilihan secara serentak. Siap menang dan mengisi kemenangan itu dengan penuh tanggung jawab," katanya.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, sebagai parpol, PDI Perjuangan harus siap menyambut dinamika politik yang semakin hari semakin dinamis.  

Ia berharap semua kader PDI Perjuangan bisa menjaga serta menjalankan tradisi politik di Indonesia dengan etika, berbudaya dan berpihak pada rakyat.  

"Dalam rangka ini pula, kami membuka diri bagi kader terbaik dari berbagai kalangan. Misalnya Rano Karno dari kalangan seniman, juga ada Ibu Rieke (Rieke Diah Pitaloka), Ibu Risma (Tri Rismaharini) dan semua figur mumpuni dari berbagai kalangan bisa masuk dan diusung PDIP," ujar Hasto.

Sebagai partai pemenang Pemilu tahun 2014, PDI Perjuangan, kata Hasto, harus pula mampu mengelola kekuasaan dan menyelesaikan persoalan masyarakat mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, permukiman kumuh dan masalah lainnya.

Pantauan VIVA.co.id dalam acara halal bi halal sekaligus diskusi tersebut, turut hadir mantan Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ramlan Surbakti, Komisioner KPU Juri Ardiantoro, Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR Utut Adianto dan Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu. (ase)

Laporan: Rifki Arsilan

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP