TUTUP
TUTUP
POLITIK

Khofifah Masih 'Ngeles' Soal Pilgub Jatim 2018

Saat ditanya pencalonan, Khofifah selalu tidak bersedia menjawab.
Khofifah Masih 'Ngeles' Soal Pilgub Jatim 2018
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (VIVA.co.id/Nur Faishal)

VIVA.co.id –  Nama Khofifah Indar Parawansa kembali mencuat pada keriuhan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang. Tapi dalam beberapa kesempatan, menteri sosial itu selalu tidak bersedia menjawab ketika ditanya soal pencalonan dirinya.

Termasuk ketika Khofifah mengisi acara di pengajian yang digelar ibu-ibu Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 25 Juni 2016.

"Saya ke sini hanya ingin bicara soal deklarasi antikekerasan rumah tangga dan antinarkoba," katanya.

Respons yang sama diperlihatkan Khofifah ketika hadir dalam acara peresmian gedung asrama putra pesantren siswa Khadijah di Surabaya pada Minggu, 22 Mei 2016 lalu. Waktu itu, di lokasi yang sama hadir pula rival politiknya pada dua kali pemilihan gubernur Jatim sebelumnya, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Sejenak bersalaman lalu pergi, jumpa Khofifah dan Gus Ipul itu memantik pikiran wartawan yang hadir untuk bertanya soal isu pencalonan Khofifah. Alih-alih menjawab pertanyaan wartawan, Khofifah malah marah ketika tujuan utamanya datang ke lokasi acara dibelokkan wartawan untuk bertanya seputar pemilihan gubernur.

Secara langsung, VIVA.co.id juga pernah bertanya ke Khofifah soal kemunculan namanya pada gelaran politik lima tahunan di Jawa Timur saat hari ulang tahun (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama di Malang pada 26 Maret 2016 lalu.

"Harlah ya harlah, murni harlah," katanya.

Khofifah dua kali ikut berkontestasi pada pemilihan gubernur Jatim tahun 2009 dan 2013. Pasangan Soekarwo-Gus Ipul jadi dua rival kuat Khofifah pada dua momen politik itu. Pada dua musim pemilihan itu sampai ke ranah Mahkamah Konstitusi karena Khofifah kalah dengan suara yang sangat tipis.

Menghadapi pemilihan gubernur Jatim 2018, dua nama sudah sering muncul ke permukaan mengenalkan diri. Yakni Gus Ipul dan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Halim Iskandar.

Sementara Khofifah, dikabarkan beberapa tokoh menyarankan
agar Ketua Umum PP Muslimat NU itu maju lagi.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP