TUTUP
TUTUP
POLITIK
Kampanye Capres-Cawapres 2009

Prabowo: 80% Migas & Bank Dikuasai Asing

Bahkan Gelora Bung Karno yang dijadikan ajang kampanye, kata Prabowo, juga digadaikan.
Prabowo: 80% Migas & Bank Dikuasai Asing
Prabowo Subianto dalam kampanye Gerindra di Gelora Bung Karno (Antara/ Ujang Zaelani)

VIVAnews - Calon wakil presiden Prabowo Subianto kembali mengungkap kebocoran kekayaan negara ke luar negeri. Prabowo berjanji, jika berkuasa nanti, dia akan mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat dan mandiri.

Prabowo berjanji akan mewujudkan cita-cita Indonesia yang telah dicanangkan Presiden Indonesia pertama, Soekarno, yang mampu berdiri di atas kaki sendiri. "Kita semua ingin Indonesia yang berdikari. Kita tidak mau jadi pesuruh bangsa asing. Kita tidak mau jadi bangsa kacung," ujar Prabowo dalam orasinya yang berapi-api dalam kampanye akbar di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2009.

Tiap tahun, kata Prabowo, terjadi kebocoran kekayaan alam Indonesia sebesar Rp 200 triliun. Utang Indonesia ke negara asing pun naik menjadi Rp 400 triliun pada pemerintahan saat ini. "BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang dibagikan tiap tahun pun berasal dari pinjaman. Kita ingin perubahan atau mau melanjutkan?" kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo juga mengatakan parahnya kondisi perekonomian akibat kebijakan neoliberalisme yang dijalankan pemerintah. Prabowo mengatakan, saat ini sebanyak 84 persen minyak dan gas bumi Indonesia dikuasai asing. Sedangkan 80 persen perbankan nasional juga dikuasai asing.

"Bahkan Gelora Bung Karno tempat kita berdiri saat ini, yang dibangun Bung Karno, juga digadaikan asing," kata Prabowo.

Mengenai BLT, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng pernah menyatakan tudingan Prabowo itu tidak tepat. BLT dibiayai dari dana subsidi bahan bakar minyak yang dipotong.

Sementara mengenai utang luar negeri yang meningkat, pemerintah sendiri mengakui memang ada kenaikan. Namun, pemerintah menyatakan, rasio utang dengan pendapatan perkapita telah jauh mengecil dibandingkan era pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

arfi.bambani@vivanews.com

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP