TUTUP
TUTUP
POLITIK

Jelang Pilkada, Pemerintah Harus Memetakan Konflik

Pilkada serentak dikhawatirkan tidak berjalan sesuai rencana.
Jelang Pilkada, Pemerintah Harus Memetakan Konflik
Kawal Perppu Pilkada Langsung (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015 mendatang.

Pada tahap awal, Pilkada serentak akan digelar di sembilan provinsi Indonesia dan 260 Kabupaten/Kota.

Pengajar FISIP Universitas Hasanudin, Adi Suryadi Culla mengkhawatirkan pelaksanaan Pilkada secara serentak tidak berjalan sesuai rencana. Ketakukan itu muncul karena  pengalaman sebelumnya banyak pilkada berakhir dengan konflik.

"Ada kantong-kantong daerah yang berpotensi terjadinya konflik. Untuk itu KPU perlu lakukan pemetaan daerah yang berpotensi terjadinya konflik," kata Adi dalam diskusi bertajuk Menghitung Problematika Pilkada Serentak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Mei 2015.

Dicontohkan Adi, provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di Palopo sempat mengalami konflik usai Pilkada. Ia pun berharap jangan sampai kejadian serupa terjadi kembali.

"Di Palopo pernah sampai bakar-bakaran, itu mengkhawatirkan. Nggak bisa dibayangkan di 11 daerah Sulawesi Selatan terjadi konflik, itu bahaya betul," katanya.

Konflik itu terjadi karena kultur politik terlaksana dengan baik. Banyak dari mereka yang kalah belum bisa menerima dengan lapang dada.
"Kultur politik kita belum bisa menjamin Pilkada berjalan baik. KPU segera lakukan pemetaan daerah konflik," tuturnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP