Dibilang "Bandel", Oesman Sapta Sebut Prabowo "Jenderal Gila"

Pimpinan MPR Temui Prabowo Subianto
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
VIVAnews -
Nasib Jokowi di PDIP, Kaesang Pangarep Tidak Ingin Ikut Campur: Itu Urusan Partai Lain
Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat menemui Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di kediaman keluarga besar Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat 17 Oktober 2014.  Prabowo memberi hormat kepada Ketua MPR Zulkifli Hasan. Keduanya berpelukan. "Ini orang luar biasa," kata Prabowo kepada Zulkifli.

Aturan Baru, Arab Saudi Izinkan Semua Jenis Visa Bisa Ibadah Umrah

Kemudian, Prabowo memberi hormat kepada Wakil Ketua MPR EE Mangindaan yang juga sesama purnawirawan TNI.
Ribuan Orang di Brebes Rayakan Kemenangan Indonesia U-23


"Saya nggak akan keluar dulu, kalau Bapak belum turun dari mobil," kata Prabowo. Mendengar itu, Mangindaan langsung tertawa. Keduanya kemudian saling berpelukan hangat.


Di dalam rumah, canda tawa terdengar. Dari ruang tengah rumah masa kecil Prabowo ini, begitu hangat. Bahkan saat Zulkifli meminta Prabowo untuk hadir di pelantikan Jokowi-JK. "Nanti ada pantun lagi," disambut gelak tawa.


Diketahui, saat pemilihan Ketua MPR lalu, Zulkifli Hasan sempat berpantun di ujung pidatonya sebelum bersaing dengan Oesman Sapta Odang memperebutkan jabatan ketua MPR.


Prabowo pun tak lupa menyapa Oesman Sapta Odang. "Ini
temen
lama yang bandel," ucap Prabowo.


Ucapan Prabowo langsung dibalas oleh Oesman dengan gaya bercanda. "
Lu
yang paling bandel. Hanya ini jenderal yang gila," ucap Oesman disambut tawa Prabowo dan pimpinan MPR lain.


Kemudian mereka saling tos tangan dan berpelukan. Oesman Sapta tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada Prabowo yang hari ini genap berusia 63 tahun. "Selamat ulang tahun, sehat dan panjang umur," ujar Oesman.


Hubungan antara Prabowo dan Oesman Sapta sempat tidak baik. Mereka berselisih saat memperebutkan jabatan ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).


Konflik mereka berujung pada putusan kasasi Mahkamah Agung yang menguatkan HKTI yang sah adalah HKTI di bawah kepemimpinan Prabowo.


Mereka kemudian menyerahkan undangan untuk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada 20 Oktober 2014. (ren)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya