VIVAnews - Partai Golkar segera bersikap atas 11 anggotanya yang membelot memilih pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung dalam Rapat Pengesahan RUU Pilkada, Jumat dini hari, 26 September 2014.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Tantowi Yahya, mengaku pihaknya masih membahas mengenai sanksi yang tepat untuk Poempida Cs itu.
"Saya belum tahu sanksi dari partai seperti apa. Dalam waktu singkat DPP akan mengambil sikap," ujar Tantowi.
Menurutnya, Fraksi Partai Golkar tidak kaget sedikitpun dengan adanya manuver dari 11 anggota itu. Sebab, rencana pembelotan mereka sudah terprediksi sebelumnya.
"Mereka sudah kita prediksi akan melakukan itu. Bahkan mereka sendiri yang menjelaskan ke pers bahwa akan ada kejutan di Paripurna," kata dia.
Seperti diketahui, dalam pengambilan voting pengesahan RUU Pilkada, sebanyak 135 anggota yang hadir memilih pilkada langsung oleh rakyat. Terdiri dari Fraksi Partai Golkar 11 orang, Fraksi PDI Perjuangan 88 orang, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa 20 orang, dan Fraksi Hanura 10 orang. Ada enam orang anggota dari Fraksi Demokrat yang tidak ikut aksi walk out, dan mendukung pilkada langsung.
Sementara 226 anggota dewan yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih secara solid mendukung pelaksanaan pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.