"Secara konstitusional akan jadi perdebatan karena kami sendiri sebagai salah satu yang peduli terhadap kedaulatan rakyat dan penegakan hukum akan melakukan upaya hukum," kata Toto saat berbincang dengan VIVAnews, Jumat 26 September 2014.
Toto mencatat MK pernah memberi celah dan peluang untuk batalnya pilkada tak langsung yaitu dengan membolehkan calon dari jalur independen. Jika MK nantinya membuat keputusan yang berseberangan maka dia menilai ada inkonsistensi dari mereka.
"Ada problem di situ. Peluang independen jadi tertutup. Pasti akan dengan cermat dan tidak terburu-buru diputuskan oleh MK. Ini pasti akan jadi bagian penting pertimbangan. Sama dengan menjilat ludah sendi kalau MK mengiyakan pilkada DPRD," jelasnya.
Toto melanjutkan, putusan DPR semalam adalah putusan yang kalap. Dia melihat itu sebagai bagian dari sisa-sisa pertarungan pilpres yang masih terus berlanjut.
"Ini gambaran ketidakdewasaaan elite yang kalah di pertarungan ini. LSI akan membuat langkah-langkah itu, di samping sudah pasti akan banyak juga civil society akan melakukan langkah hukum yang sama ke MK. Kami ajukan secepatnya," ucapnya.
Seperti diketahui, Rapat Paripurna DPR, Jumat dini hari tadi akhirnya memutuskan bahwa mekanisme pemilihan kepala daerah adalah tidak langsung, atau melalui legislatif, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dengan demikian, RUU Pilkada telah disepakati dengan partisipasi 361 anggota parlemen yang hadir.
Pilkada langsung oleh rakyat didukung oleh 135 anggota yang hadir. Terdiri dari Fraksi Partai Golkar 11 orang, Fraksi PDI Perjuangan 88 orang, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa 20 orang, Fraksi Partai Hanura 10 orang. Ada enam orang anggota Fraksi Demokrat yang tidak ikut aksi walk out, atau tetap berada di ruang siang Rapat Paripurna dan mendukung pilkada langsung.
Adapun pilkada tidak langsung didukung oleh 226 anggota. Terdiri dari Fraksi Partai Golkar 73 orang, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera 55 orang, Fraksi Partai Amanat Nasional 44 orang, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan 32 orang, dan Fraksi Partai Gerindra 22 orang.