POLITIK

Siapa Cawapres Pendamping Jokowi?

Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa menjadi calon kuat.

ddd
Kamis, 20 Maret 2014, 00:39
Jokowi
Jokowi (VIVAnews/Rohimat Nurbaya)

VIVAnews -Setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dimunculkan sebagai calon presiden 2014 dari PDIP, bermunculan simulasi calon pendampingnya. Sejumlah pengamat politik memberikan analisis siapa tokoh yang pas menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi.

Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan bahwa dalam pemilihan presiden 2014, partai pengusung capres akan berkoalisi dengan partai lain. Menurutnya, ada tiga alternatif koalisi bagi PDIP sekaligus mencarikan pasangan yang tepat sebagai cawapres Jokowi.

Pertama, PDIP berkoalisi dengan partai Islam untuk melengkapi figur Jokowi. PKB kemungkinan akan menyodorkan entah Mahfud MD atau Jusuf Kalla. Bisa juga berkoalisi dengan Nasdem atau partai islam PAN.

"Hatta Rajasa bisa menutupi dan melengkapi figur Jokowi yang dianggap lahir dari rahim nasionalis," kata Burhan.

Kedua, PDIP bisa berkoalisi dengan capres dari Hanura Wiranto atau capres dari Gerindra Prabowo Subianto. Kedua nama itu diyakini bisa menaikkan elektabilitas Jokowi.

Alternatif ketiga, Jokowi disandingkan dengan cawapres pengusaha. Menurut dia, ada sejumlah pengusaha yang cukup agresif mendekati Jokowi.

Burhan menyarankan agar PDIP tidak mencalonkan calon wakil
presiden untuk Jokowi dari internal partai. Sebab, PDIP nantinya akan dituding punya agenda tersendiri untuk melanggengkan trah Soekarno.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Charta Politika, Arya Fernandez, mengungkpakan ada sejumlah tokoh yang memiliki kemampuan terkait perekonomian yang dianggap pantas untuk menjadi bakal cawapres bagi Jokowi, diantaranya adalah Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa, Jusuf Kalla, dan Rizal Ramli.

"Hatta bisa lebih melengkapi dengan Jokowi bila berpasangan di Pilpres 2014 dibanding nama lainnya," kata Arya.

Arya menjelaskan apabila diambil sisi representasi partai, maka yang paling berpeluang adalah Hatta. Kalau diambil sisi representasi daerah, maka Hatta dan Jusuf Kalla sama-sama memiliki peluang. Namun, menurutnya, Jokowi perlu didampingi oleh sosok yang memiliki gaya yang berbeda dengan dirinya yang easy going, tak terlalu prosedural, dan tak terlalu birokratis. Dalam konteks itu, Jusuf Kalla memiliki kelemahan karena memiliki gaya yang mirip dengan Jokowi.

"Bisa susah nanti. Bisa-bisa nanti ada matahari kembar," imbuh Arya.

Masalah yang mungkin dihadapi Hatta adalah meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa dirinya adalah seorang profesional yang akan mampu memberi nilai tambah bagi rezim berikutnya. Plus, mampu benar-benar saling mengisi dengan Jokowi di pemerintahan.

"Satu tugas Hatta sekarang adalah meyakinkan Megawati bahwa tugas itu memang cocok untuk dia," tukas Arya.

Mengacu pada hasil survei Indo Barometer yang bekerjasama dengan Lembaga Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) yang dirilis beberapa hari lalu, menunjukkan ada lima tokoh dengan indeks kepemimpinan tertinggi. Mereka adalah Joko Widodo (7,55 ), Prabowo Subianto (7,07), Megawati Soekarnoputri (6,58), Aburizal Bakrie (6,38) dan Hatta Radjasa (6,15). Survei tersebut menggunakan 10 indikator untuk mengukurnya yakni visioner, leadership, intelektualitas, ketrampilan politik, komunikasi politik, stabilitas emosi, ketegasan, kemampuan manajerial, penampilan, dan integritas moral.

Kemudian, survei tersebut juga melakukan simulasi tokoh yang paling berpeluang sebagai cawapres dari partai berbasis Islam dimana Hatta berada di puncak dengan peroleh elektabilitas 16 persen, dan disusul Muhaimin Iskandar (6,2 persen), Yusril Ihza Mahendra (3,7 persen), Suryadharma Ali (2,9 persen), dan M Anis Matta (0,9 persen).

Simulasi Indo Barometer juga menemukan bila pasangan Jokowi-Hatta unggul 34,3 persen dibandingkan Prabowo-Pramono Edhie yang hanya mendapat 15,4 persen, dan pasangan ARB-Muhaimin 12,7 persen, serta Wiranto-Hary Tanoe 10,3 persen.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tantokw
20/03/2014
KOALISI JOKOWI DENGAN HATTA RAJASA SAMA DENGAN KOALISI DGN SBY...KARENA SEBAGAI BESANAN... SBY DAN HATTA PASTI AKRAB...BISA-BISA KUBU SBY BANYAK NYETIR SI HATTA...MAKANYA JOKOWI JANGAN MAU SAMA SI HATTA...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog