POLITIK

PDIP: Jokowi dan Megawati Capres Terkuat

Untuk menentukan capres tidak semata melihat dari hasil survei belaka.

ddd
Sabtu, 14 Desember 2013, 20:39
Jokowi, Megawati, dan Puan Maharani.
Jokowi, Megawati, dan Puan Maharani. (Antara/ Rosa Panggabean)
VIVAnews - Sekretaris Jenderal PDIP, Tjahjo Kumolo, mengungkapkan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, merupakan capres terkuat berdasarkan aspirasi kader dan suara masyarakat yang terekam melalui beberapa hasil lembaga survei.

Selain Jokowi, dia menyebut nama Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri masuk nominasi kuat capres yang diinginkan kader dan publik. Dua nama itu, Tjahjo menjelaskan, bersaing ketat dengan sejumlah capres dari partai lain seperti Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie (ARB).

Soal peluang Jokowi, Tjahjo mengatakan, jika mantan wali kota Solo itu saat ini masuk dalam pemantauan. "Pak Jokowi tetap masuk bagian dalam radar partai, soal siapa yang diputuskan, ya nanti kita lihat saja," kata Tjahjo usai membuka pembekalan caleg wilayah Bali, NTT, dan NTB di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Sabtu 14 Desember 2013.

Menurut dia, dari hasil beberapa survei, elektabilitas Jokowi terus menanjak. Namun, dia menambahkan, untuk menentukan capres tidak semata melihat dari hasil survei belaka.

"Nanti, kami lihat bagaimana sesungguhnya, kami lihat saat hasil terakhir. Partai mencermati, memperhatikan aspirasi masyarakat, partai melihat konsolidasi kami," ujarnya.

Kendati aspirasi publik begitu kuat, Tjahjo menegaskan, partainya belum mengambil keputusan untuk pencapresan.

"Nanti ada waktunya. Saat ini, kami masih melihat dinamika yang berkembang. Kami lihat pada April atau setelahnya seperti apa," tuturnya.

PDIP, kata dia, tak mau terburu-buru mengambil sikap untuk menentukan capres yang akan diusung. Partainya masih menunggu hasil pemilu legislatif untuk melihat 20 persen parliamentary threshold (PT) yang diperoleh partainya.

Tjahjo mengaku PT dapat diprediksi jelang pemilu. "Mudah-mudahan pada Februari sudah terekam seberapa besar PT akan diraih berdasarkan gambaran dari kabupaten/kota. Berapa akan didapat oleh PDIP," ucap dia.

Tjahjo mengatakan, pencapresan dapat saja dipercepat. Syaratnya, jika terjadi "tsunami politik". Siapa pun nanti yang diusung sebagai capres, tetap merupakan bagian dari proses yang integratif. (art)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
cengceng
16/12/2013
sudahlah mbak,ngemong cucu dan ngurus dapur saja,ngurus negara itu berat loohhhhhh.
Balas   • Laporkan
romychan
16/12/2013
Diusulkan! Sgt terhormat jikalau Bu Mega tdk ikut capres lagi, lbh baik jd penasihat saja. Dijamin masyarakat pasti akan memilih PDIP thn 2014. Thn 2014 Jokowi merupakan man of the year dan juga President of Indonesia.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id