POLITIK

Ini Daftar Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat

Ada nama dari internal dan luar partai.

ddd
Kamis, 1 Agustus 2013, 06:16
Mahfud MD dan Marzuki Alie
Mahfud MD dan Marzuki Alie (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews – Konvensi calon presiden Partai Demokrat akan digelar September 2013. Saat ini, Kamis 1 Agustus 2013, pendaftaran peserta konvensi sudah mulai ramai. Nama-nama calon dari internal partai maupun eksternal partai sudah muncul ke muka publik.

Perkembangan paling signifikan justru berasal dari dalam Partai Demokrat sendiri. Sejumlah anggota Dewan Pembina Partai Demokrat resmi mengungkapkan minat dan niat mereka untuk mengikuti konvensi. Elektabilitas menjadi urusan kesekian, karena partisipasi tampaknya lebih dipentingkan.

Berikut daftar sementara peserta konvensi capres Partai Demokrat:

1.    Marzuki Alie (internal partai)

Ketua DPR Marzuki Alie

Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dan Ketua DPR ini adalah kader internal Demokrat yang pertama kali secara terbuka menyatakan niatnya untuk ikut konvensi. Marzuki mengatakan, ia diundang Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk ikut konvensi, namun sesungguhnya tidak berambisi menjadi calon presiden.

“Semua kembali pada rakyat. Semua punya keyakinan, ide, dan pikiran. Saya juga ada ruang untuk menyampaikan ide-ide saya lewat konvensi. Konvensi membuka ruang bagi mereka yang merasa punya keinginan, kemampuan, kinerja, dan rekam jejak bagus untuk mengkampanyekan diri supaya rakyat tahu. Jadi capresnya tidak elu lagi, elu lagi,” kata Marzuki.

Namun Marzuki keberatan bila Demokrat menetapkan peraturan peserta konvensi harus mundur dari jabatan mereka saat ini. Ia merasa peraturan itu tak layak diterapkan sama rata untuk seluruh peserta. Menurut Marzuki, aturan itu hanya cocok untuk menteri yang berminat ikut konvensi, bukan Ketua DPR seperti dirinya.

Sistem kerja di DPR, ujar Marzuki, amat berbeda dengan menteri. Pimpinan DPR bersifat kolektif kolegial. Artinya, 4 pimpinan DPR – ketua dan 3 wakilnya – bekerja bersama-sama sehingga jika salah satu pimpinan DPR tak bisa melaksanakan tugasnya untuk sementara, tugas itu bisa dilakukan oleh pimpinan lainnya.

Apapun Marzuki pasrah jika Demokrat nantinya mewajibkan seluruh pejabat yang mengikuti konvensi untuk mundur lebih dulu dari jabatannya. “Kalau ada aturan seperti itu, ya saya mundur (dari Ketua DPR). Masak saya melawan aturan,” kata dia.

2.    Pramono Edhie Wibowo (internal partai)

Pramono Edhie Wibowo

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini belum lama bergabung dengan Partai Demokrat. Masuknya ia ke partai pimpinan iparnya itu diumumkan pada Rapat Koordinasi Nasional Demokrat, 29 Juni 2013. Meski baru bergabung, Pramono Edhie langsung menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai, dan tak lama kemudian dinyatakan akan ikut konvensi capres Demokrat.

Pramono sendiri masih tampak sungkan berbicara soal konvensi. Namun namanya justru dilejitkan oleh para petinggi Partai Demokrat. “Pramono Edhie pasti ikut konvensi. Dia kan sudah jadi kader Demokrat, masak tidak ikut konvensi? Sebagai mantan KSAD, Pramono banyak dikenal, sama halnya dengan Marzuki yang menjabat sebagai Ketua DPR,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua.

Tak tanggung-tanggung, spanduk dukungan untuk Pramono bahkan telah bertebaran di sejumlah daerah. Namun yang paling mencolok dipasang di belakang kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta. “Keluarga Besar Barisan Massa Demokrat Seluruh Indonesia mendukung penuh pencalonan Bapak Pramono Edhie Wibowo sebagai Capres 2014,” demikian tulisan spanduk itu.

Untuk semakin memopulerkan sosok Pramono di tengah masyarakat, tak kurang Sekjen Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) sendiri yang bergerak langsung membawa pamannya itu ikut Safari Ramadan Demokrat. “Sosialisasi diri amat penting dan harus dilakukan,” ujar Max.

Dalam rangka Safari Ramadan itu, Ibas dan Pramono Edhie ke luar-masuk ke berbagai daerah, misalnya ke Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Mereka bertemu dengan jajaran pengurus Partai Demokrat di daerah-daerah, juga menggelar acara bagi-bagi sembako untuk ratusan warga.

3.    Hayono Isman (internal partai)

Diskusi Sahid : Hayono Isman

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat dan anggota Komisi I DPR ini telah berkirim surat langsung ke SBY untuk mengutarakan niatnya ikut konvensi. “Itu surat saya sebagai kader Demokrat. Isinya mengatakan minat saya ke Ketua Umum. Saya serahkan surat itu setelah salat istikharah bersama istri dan anak saya,” kata Hayono.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk memutuskan apakah surat permintaan dirinya untuk ikut konvensi itu diterima atau tidak. “Majelis Tinggi sebagai penerima mandat dari partai akan memutuskan siapa capres dan cawapres partai. Mereka memiliki kewenangan untuk menjaring nama-nama yang akan diundang ikut konvensi,” ujar Hayono.

Mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga di era Soeharto itu punya 3 pertimbangan utama untuk ikut konvensi. Pertama, ingin mengabdi kepada rakyat. Kedua, untuk memperbanyak jumlah peserta konvensi dari internal partai. “Jumlah calon internal sebaiknya seimbang dengan yang berasal dari luar partai,” kata dia.

Alasan ketiga ikut konvensi, Hayono ingin mencapai puncak karir tertinggi. “Kalau di TNI impiannya jadi Panglima TNI, kalau di politik ya presiden,” kata anggota DPR dari daerah pemilihan Jakarta Timur itu.

4.    Achmad Mubarok (internal partai)

Wakil Ketua Umum Demokrat Achmad Mubarok

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini baru Rabu kemarin, 31 Juli 2013, mengumumkan keikutsertaannya dalam konvensi capres. Alasannya ikut konvensi adalah untuk memberi contoh politik bijaksana. “Saya ingin membudayakan praktik politik yang bijaksana, bukan bersaing,” kata dia.

Sambil berseloroh, Mubarok mengatakan namanya secara harfiah amat menjanjikan untuk ikut konvensi. “Pertama, sudah ada presiden yang bernama Mubarok, yaitu Presiden Mesir Hosni Mubarak. Kedua, Partai Demokrat di Amerika Serikat juga mengusung Barack Obama sebagai presiden, di mana “barack” artinya sama dengan “mubarok.” Ketiga, mayoritas pemilih di Indonesia tiap hari menyebut nama saya, Mubarak (yang diberkati),” kata dia.

Guru Besar Psikologi Islam UI itu mengatakan, ia diberi modal oleh tiga konglomerat untuk membiayai sosialisasinya dalam konvensi. Namun Mubarok tak mau menyebut siapa para konglomerat yang berada di belakangnya itu. “Yang pasti bantuan dana mereka ikhlas,” ujarnya.

5.    Gita Wirjawan (eksternal partai)

Gita Wirjawan di depan foto bekas presiden di Kantor Presiden

Menteri Pedagangan lulusan Administrasi Publik Universitas Harvard AS itu sejak jauh hari menyatakan kesiapannya ikut konvensi Demokrat. Gita disebut diundang langsung oleh SBY untuk berpartisipasi dalam konvensi. “Saya belum diundang secara formal. Tapi kalau sudah resmi diperkenankan, Insya Allah saya siap,” kata Gita.

Sosok Gita sendiri dipuji oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Kastorius Sinaga. “Dari banyak tokoh nasional yang tertarik mengikuti konvensi, yang mengatakan siap adalah Gita Wirjawan. Dengan demikian dia mengedukasi masyarakat bahwa ini konvensi yang profesional,” kata Kastorius.

Kastorius menilai Gita memiliki visi ekonomi yang teruji dan telah diakui dunia internasional. “Dia cukup berhasil membawa ekonomi Indonesia ke abad 21,” ujar Kasto. Mendengar pujian ini, Gita mengatakan tak gentar dengan ketatnya rivalitas konvensi. “Dalam demokrasi, semakin banyak kandidat semakin baik,” kata dia.

6.    Jumhur Hidayat (eksternal partai)

Jumhur Hidayat, Kepala BNP2TKI

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindingan TKI (BNP2TKI) itu mendapat dukungan dari sejumlah organisasi buruh dan tenaga kerja untuk mengikuti konvensi capres Demokrat. “Saya berterima kasih dan menghargai harapan mereka atas diri saya,” kata Jumhur.

“Konvensi membuka peluang kepada pihak di luar Partai Demokrat dengan mengutamakan aspek kelayakan dan popularitas seseorang. Karena itu agenda konvensi patut direspons positif, sehingga dapat diikuti Jumhur Hidayat sesuai harapan banyak orang,” ujar Yudi Hermawan, Koordinator Forum Komunikasi Lembaga Bantuan Hukum Tenaga Kerja Indonesia (LBH TKI).

Menurutnya, kiprah Jumhur teruji secara nasional di tingkat pemerintahan dengan bukti kepemimpinan dirinya atas BNP2TKI. Jumhur juga disebut sering melibatkan LSM dan ormas untuk program pemberdayaan TNI dan keluarga.

7.    Endriartono Sutarto (eksternal partai)

Endriartono Sutarto

Mantan Panglima TNI ini telah resmi terdaftar sebagai salah satu peserta konvensi. Di sisi lain, ia juga tercatat menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem pimpinan Surya Paloh. Sementara aturan konvensi mengharuskan pesertanya untuk lebih dulu mundur dari jabatannya di partai lain.

Menanggapi hal ini, Partai Nasdem sendiri belum diajak bicara oleh Endriartono. “Pak Ketua Umum (Surya Paloh) belum membicarakan itu di Dewan Pimpinan Pusat karena masih di luar negeri. Ini urusan Pak Ketua,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Nining Indra Saleh.

8.    Mahfud MD (eksternal partai)

Mahfud MD Luncurkan Buku

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini sudah resmi mendapat undangan untuk ikut konvensi dari Partai Demokrat. Menurutnya, Demokrat memberikan empat jaminan bahwa konvensi akan digelar secara objektif.

Pertama, penyelenggara konvensi adalah komite independen. Kedua, penentu akhir konvensi adalah 2-3 lembaga survei yang sudah dikenal masyarakat sebagai lembaga survei kredibel dan tidak bisa dibeli. “Hasil surveinya objektif dan tidak akan ditentukan Majelis Tinggi,” ujar Mahfud.

Jaminan ketiga, tidak ada anak emas dalam proses konvensi terlepas dari dukungan individual tiap kader Demokrat terhadap para peserta konvensi. Keempat, Demokrat akan memfasilitasi sosialisasi peserta konvensi kepada masyarakat.

Mahfud menyambut positif empat jaminan itu, namun masih mempertimbangkan beberapa hal lain. “Saya tertarik dan gembira, tapi saya belum bisa menjawab ikut konvensi atau tidak. Secara pribadi, untuk maju pemilihan presiden itu harus punya partai. Ini jadi pertimbangan serius,” kata eks politisi PKB itu. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
joyogembrot
01/08/2013
No1(plin-plan kyk org mabuk),no2(tak ada prestasi,din*sti saja),no3(exs rezim orba),no4(spt plwak),no5(seleb c*rt*l),no6(krg greget),no7(kasihan kali, domba manis yg silau shg mau msuk kkuasaan srang s*t*n k*r*p)-JD SPT PANGGUNG GRUP LAWAK D'MOKRAT
Balas   • Laporkan
rendrasuharto
01/08/2013
partai elektabilitas rendah. para calon umumnya ngga punya bukti pengalaman dan prestasi atau terobosan dalam memajukan negara. ini mah panggung lawak aja. terimakasih sudah membuat saya tertawa sampai sakit perut
Balas   • Laporkan
ari57
01/08/2013
Mahfud sy hormat semasa di MK, tapi terjun di konvensi kayaknya ga bijak. Seandainya PKB berani mengusung Mahfud, ini akan lebih bijak bagi keduanya. Pertama buat PKB menaikkan citra bersih karena MD, buat MD menunjukkan konsistennya di PKB.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id