POLITIK

Ketua Pansus RUU Ormas: FPI Bisa Diberi Sanksi

Kegiatan FPI bisa diberhentikan sementara karena main hakim sendiri.

ddd
Senin, 22 Juli 2013, 11:30
Front Pembela Islam (FPI) bentrok dengan warga di Kendal akibat tindakan main hakim sendiri.
Front Pembela Islam (FPI) bentrok dengan warga di Kendal akibat tindakan main hakim sendiri. (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Ketua Panitia Khusus penyusunan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan, Abdul Malik Haramain, Senin 22 Juli 2013, menegaskan, tindakan main hakim sendiri yang kerap dilakukan Front Pembela Islam (FPI) bisa diberi sanksi menurut UU Ormas.

Kegiatan FPI, kata Malik, bisa diberhentikan sementara karena menjadi biang keladi kerusuhan yang terjadi di Kendal, Jawa Tengah pada Kamis 18 Juli 2013 lalu.

"Tindakan kekerasan oleh FPI  melanggar pasal tentang larangan yang ada dalam UU Ormas," kata Malik.

Untuk itu, Malik mengatakan, pemerintah harus mengambil langkah tegas. Pemerintah bisa memberikan sanksi penghentian sementara kegiatan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya tindakan kekerasan.

"Sanksi itu perlu untuk melindungi masyarakat yang terancam dengan aksi tersebut," ujar dia.

Penghentian sementara itu, kata Malik, dimaksudkan untuk mengantisipasi tindakan kekerasan selanjutnya. "Karena itu yang dihentikan kegiatan-kegiatan yang melibatkan publik," ujar dia.

Front Pembela Islam kembali melakukan aksi sweeping.  Kini aksi dilakukan terhadap lokalisasi Alas Karet di Sukorejo, Kendal, Kamis 18 Juli 2013. Bedanya, dibanding berbagai insiden sebelumnya, kali ini warga melawan.

Bentrok berawal saat FPI merazia sejumlah lokasi prostitusi, Rabu malam. Aksi sweeping itu dihentikan warga dan terjadi bentrokan kecil, tetapi bisa dikendalikan.

Pada Kamis siang, FPI ternyata membawa massa lebih banyak lagi. Mereka tak cuma dari Sukorejo, Kabupaten Kendal, tapi juga menyertakan anggota dari Keabupaten Temanggung. Mereka menyerbu Sukorejo dengan mengendarai 10 mobil dan belasan sepeda motor. Akibatnya, seorang wanita meninggal dunia setelah ditabrak oleh mobil salah satu anggota FPI. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
candy911
23/07/2013
FPI? Bikin malu & mencemarkan nama Islam saja. Protes boleh tapi jgn anarkis, bukan simpati yang didapat malah antipati. Kemarin Juru Bicara FPI yg bikin ulah, apa FPI itu pendiri negara ya? Jd anggota FPI cm modal KTP Islam aja? Intelek sdkt dong..
Balas   • Laporkan
msyaiful.bachri.1
23/07/2013
Tidak bisa kah FPI membuat masyarakat menjadi tenang dan bahagia, tolonglah masyarakat yg terkena musibah, salurkan pertolongan dan bukannya berantem dg masyarakat, apakah FPI udah benar tingkah lakunya
Balas   • Laporkan
chandroe
22/07/2013
sekarang mah ngelawan aja ama FPI, biar ga semena2.... aparat jg bukan, sama aja bejat nya FPI jugaaa... preeeettt
Balas   • Laporkan
aceng.suarnaferharja | 22/07/2013 | Laporkan
Tapi yang sweeping.tempat tempat maksiat broo.. kamu bilang FPI bejat. kamu pikir KAMU lebih baik dari mereka.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog