POLITIK

Hanura Tolak Kenaikan Harga BBM

Sikap ini hasil rapat petinggi Partai Hanura.

ddd
Jum'at, 14 Juni 2013, 10:14
Ketua Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding
Ketua Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding (Antara/ Reno Esnir)
VIVAnews - Ketua Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding mengatakan partainya sudah tegas menolak rencana Pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kompensasinya. Hasil rapat petinggi partai menganggap Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono telah melanggar konstitusi negara dengan menaikkan harga BBM tersebut.

"Pasal 33 UUD 45 telah dikhianati sehingga telah terjadi pelanggaran konstitusi. Tidak ada alasan mendasar bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM," kata Syarifuddin.

Ia menganggap meski di dalam Undang-Undang APBN 2013 pemerintah memiliki kewenangan untuk menyesuaikan harga BBM, tapi itu dilakukan apabila ICP atau harga minyak mentah dunia mencapai 115 dollar per barel. "Kenyataannya, sekarang ini ICP hanya 90 dolar per barel," katanya.

Hanura juga menilai tak ada transparansi dalam pengelolaan sektor energi, minyak, dan gas bumi. "Termasuk berapa besaran konsumsi yang bisa menyebabkan defisit."

Menurutnya, rencana kenaikkan harga BBM merupakan upaya Pemerintah menutupi kegagalan mengelola keuangan negara. Salah satunya, target pencapaian sektor pajak, dari 20 persen hanya tercapai delapan persen.

"Jangan lantas kegagalan itu dijadikan jalan pintas dengan menaikkan harga BBM karena sangat membebani masyarakat. Kami konsisten menolak kenaikan BBM," kata anggota Komisi III DPR ini.

Kompensasi bagi warga miskin yang dinamai Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) juga dinilai bukan solusi yang efektif dan bernuansa politis. Indikasinya, kata dia, BLSM dibagikan berdekatan dengan pemilihan legislatif.

Sejauh ini, beberapa partai politik yang menyatakan penolakan pada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi adalah Hanura, Partai Keadilan Sejahtera, dan PDI Perjuangan. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Kunroji Wijaya
14/06/2013
Kalau Hanura menolak kenaikan harga BBM yah wajar saja, karena memang partai ini ada diluar koalisi pemerintah,tapi penolakannya jg harus dengan solusi buat pemerintah dan kelangsungan ekonomi negara, jagan asal nolak.
Balas   • Laporkan
laifar | 14/06/2013 | Laporkan
hahahaha, itu solusi "cerdas" nya PKS, memangkas kunker??? wakakakakaka.... mau berdebat aja malas kalau ada argumen seperti ini....
fan_fan | 14/06/2013 | Laporkan
PKS sudah kasih solusinya dgn memangkas biaya perjalanan (kunjunagan kerja)dan akomodasi pejabat pemerintahan dll yg sifatnya pemborosan
laifar | 14/06/2013 | Laporkan
setuju bro Kun, sampaikan alternatif solusinya.. Tidak cuma kritik dan data-data masa lalu saja yang disampaikan.
fan_fan
14/06/2013
Dahlan Iskan : Akuisisi Blok Mahakam Pertamina bisa Libas PETRONAS, kilang minyak RI ada di luar negeri. hampir semua tambang MIGAS RI di keruk Asing. Indonesia Kaya minyak
Balas   • Laporkan
bahasyir | 14/06/2013 | Laporkan
BEO
fan_fan
14/06/2013
DEMOKRAT Naikkan harga BBM utk mendapat dongkrak suara di PEMILU 2014, melalui program terselubung pemberian dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Yang akan di bagikan menjelang pemilu 2014. ini BLT jilid-2, lagu lama. malah PKS yg dituduh
Balas   • Laporkan
laifar | 14/06/2013 | Laporkan
oya satu lagi, "oposisi sesuai tema".. itu tuh cakep istilahnya. pandai kali bersilat lidah..
laifar | 14/06/2013 | Laporkan
PKS sejati akan mengucap: "berbaur tapi tidak lebur", "berkoalisi tapi menentang", nanti ada lagi mungkin "kita bersama tapi sendiri2"...istilah2 baru nih...
fan_fan | 14/06/2013 | Laporkan
PKS berbaur tetapi tidak lebur, ingat Indonesia Kaya akan minyak,tapi MIGAS kita di keruk asing semua


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id