POLITIK

Alasan PKS Tolak Kenaikan Harga BBM

Menteri Keuangan mengatakan harga BBM bersubsidi harus naik.

ddd
Selasa, 4 Juni 2013, 08:33
Politisi PKS Andi Rahmat (kanan)
Politisi PKS Andi Rahmat (kanan) (Antara/ Ujang Zaelani)

VIVAnews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selasa 4 Juni 2013, menyatakan tetap tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. PKS pun siap berhadapan dengan rekan-rekan koalisinya yang lain.

Wakil Ketua Komisi XI Bidang Keuangan DPR dari Fraksi PKS, Andi Rahmat, menyatakan alasan partainya menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karena mereka menilai pemerintah tak punya pijakan kuat untuk melakukan hal itu. “Pemerintah tidak punya dasar yang kuat,” kata Andi saat mendampingi Presiden PKS Anis Matta di Surabaya.

Pertama, pemerintah sudah dua kali mengambil kebijakan yang sama untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Sejak dulu pula, menurut Andi, PKS telah mengajukan proposal ke pemerintah sebagai solusi agar harga BBM bersubsidi tak naik. Namun pemerintah tetap bersikukuh menaikkannya.

“Dalam proposal itu, kami mengajukan kenaikan harga di sektor energi seperti gas supaya tidak ada lagi kenaikan BBM. Tapi masukan PKS ini tak didengar,” kata Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq secara terpisah.

PKS mengatakan mereka akan tetap bersikap kritis terhadap pemerintah meskipun menjadi bagian dari koalisi partai pendukung pemerintahan SBY-Boediono. Namun, ini bukan berarti PKS akan selalu mengambil sikap berseberangan dengan pemerintah. “Buktinya pada tahun 2005, PKS mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi. Tahun 2007 juga sama. Tapi sekarang kami beda,” ujar Andi.

Kini, citra PKS sedang kencang diguncang skandal suap kuota impor daging yang diduga melibatkan mantan presidennya, Luthfi Hasan Ishaaq. 

Harus naik

Menteri Keuangan Chatib Basri kemarin, Senin, menyatakan pemerintah harus menaikkan harga BBM bersubsidi karena neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit sebesar US$1,62 miliar pada April lalu. Salah satu hal yang medorong terjadinya defisit adalah karena adanya kenaikan impor migas sebesar 9,5 persen dari US$3,6 miliar pada Maret menjadi US$3,9 miliar pada bulan April.

“Oleh karena itu sangat mendesak untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, karena hal ini menjadi penyebab kenaikan beban keuangan dari impor migas,” ujar Chatib. Menurutnya, peningkatan konsumsi BBM bersubsidi masyarakat tidak seimbang dengan produksi minyak Indonesia yang terus menurun ke depannya. Untuk itu kenaikan harga BBM juga diharapkan dapat mengendalikan konsumsi BBM masyarakat. (kd)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
edyw
04/06/2013
semoga saudara2ku yang di PKS segera bertaubat dan sadar diri..kami sebgai seorang muslim wajib mengingatkan saudara yang kilaf...Partai Anda ktnya partai Dakwah tapi sudah keluar dari visi dan misi....
Balas   • Laporkan
laifar | 05/06/2013 | Laporkan
yang pasti bukan muslim dari arab kayak tan maharaja, yang mikirnya pushtun...
tan_maharaja | 04/06/2013 | Laporkan
lagak lu, muslim dari mana lu?
jojotoding
04/06/2013
sekarang teriak menolak BBM, kemarin kemarin pas BBM dibatasi sampai rakyat susah nyari BBM pade kemana tong!! dasar sotoy. gak usah jadi pahlawan kesiangan, naikkan harga BBM subsidi, dan jangan ada lagi pembatasan BBM yg menyengsarakan rakyat luar jawa
Balas   • Laporkan
tan_maharaja | 04/06/2013 | Laporkan
artinya lu meminta pemerintah cepat2 naikkan harga kan?ya udah lanjut lah
lioenel
04/06/2013
papun yg di lakukan pks saat ini hanay bentuk pencitraan buat menaikan suara partai,,tapi aku dah terlanjur gak simpati dg PKS..korupsi tukang kawin diem2 tu para elitnya hahahahaha.munafik bngt nih PKS,,salam jari tengah buat facri hamzah dan anis mata d
Balas   • Laporkan
laifar | 05/06/2013 | Laporkan
@tan maharaja: kebakaran jenggot?? dah panas ya otak? cari pushtun gih, ademin tuh kepala (yang dibawah)...
tan_maharaja | 04/06/2013 | Laporkan
lu yang gak tau sopan santun, itu kurang ajar namanya..sok komen si internet, tapi parno lu
alterakunsinyo
04/06/2013
pemerintahan CACAD dengan menarik subsidi artinya pemerintahan yg pimpin PARTAI DEMOKRAT PARTAI MALING INI telah GAGAL TOTAL
Balas   • Laporkan
temonwakidi
04/06/2013
Mau ngebacot ky apa klo mang partai maling ya ttp maling, percuma elit PKS bersorban bicara agama tp klakuan lbh dr binatang, menjijikan.....
Balas   • Laporkan
mike123 | 04/06/2013 | Laporkan
dari komentar anda, kelihatan anda yang ndak punya tata krama, bukankah yg tidak punya tatakrama asal bacot itu binatang..?
tantokw
04/06/2013
SEKALI PARTAI MUNAFIK TETAP MUNAFIK...GAK USAH CARI SENSASI PURA-PURA MEMBELA RAKYAT DGN MENOLAK KENAIKAN BBM...230 JUTA RAKYAT INDONESIA SDH TAHU KALO PKS ADALAH PARTAI KERANJINGAN SEKS...TIDAK BERMORAL...AKHLAKNYA BINATANG...PARTAI PALING JAHAT DAN BEJA
Balas   • Laporkan
laifar | 05/06/2013 | Laporkan
mike123 ini to1o1 nya ga ketulungan, rakyat indonesia bukan mendukung pks, tapi kalau survey ya pasti mintanya ga naik, tapi kalau ekonomi jebol terus, gmana? ujung2nya rakyat sengsara..mikir sesaat doank pencitraan basi
lioenel | 04/06/2013 | Laporkan
MIKE 123 pks menilak kenaikan bbm itu karena mengikutin suara rakyat bukan karena pks rakyat ikut menolak kenaikan bbm..pks hanya mencari citra di saat terpuruk,jadi jgn anda anggap rakayt 62% itu mendukung PKS
mike123 | 04/06/2013 | Laporkan
Survey LSI 62% rakyat indonesia dukung PKS menolak BBM, jadi anda dukung kenaikan BBM? biar barang2 makin Mahal dan rakyat makin susah
tonibrakot
04/06/2013
kenaikan harga BBM mengecewakan rakyat
Balas   • Laporkan
jojotoding | 04/06/2013 | Laporkan
trus pas kemarin bbm dibatasi sampai kami harus beli di eceran 8000/liter elu2 pade kemana!!! di jawa enak gak antree, tapi kami yg di luar jawa sakit bener om.. ngantri berjam jam, beli eceran 8000/liter.. puas puas
andre.kalalo.9
04/06/2013
PKS mengharapkan dipecat dari Koalisi, agar bisa promosi menjadi partai ter-zholimi di pemilu 2014.....
Balas   • Laporkan
tan_maharaja | 04/06/2013 | Laporkan
ngawur
preemption
04/06/2013
ciri ciri munafik adalah ketika perkataan tidak sesuai dengan perbuatan.ketika partai pendukung pemerintahan menentang kebijakan pemerintah bukankah ini ciri2 munafik?kalo anda menentang segera tarik menteri2 anda dari kabinet baru itu masuk akal.
Balas   • Laporkan
tan_maharaja | 04/06/2013 | Laporkan
kalo narik mentri tuh namanya membabi buta...lu mikir dunks
kitul
04/06/2013
bermuka dua, ikut koalisi biar dapat jatah menteri, koar2 tolak kenaikan bbm biar dikira membela rakyat, pahlawan kesiangan nih yee....
Balas   • Laporkan
laifar | 05/06/2013 | Laporkan
siapa yang bilang BBM naik rakyat sejahtera?? ga nyambung lu tan!? BBM naik itu untuk menyelamatkan ekonomi negara yang minus terus... gw anti demokrat, tapi ini untuk kepentingan lebih besar...jangan membabi buta bela pks deh, lu mikir dunks
tan_maharaja | 04/06/2013 | Laporkan
jadi menurut lu BBM naik kita makin sejahtera gitu kan?jangan lihat partainya coy


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog