POLITIK

Presiden PKS: Tudingan Yudi Sama Sekali Tidak Benar

Yudi Setiawan mengaku ikut berperan menggalang dana kampanye PKS

ddd
Jum'at, 24 Mei 2013, 17:41
Presiden PKS Anis Matta
Presiden PKS Anis Matta (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta membantah partainya menggalang dana kampanye melalui Ahmad Fathanah dan Yudi Setiawan, tersangka pembobol Bank Jabar Banten.

Yudi Setiawan disebut-sebut turut ambil andil untuk mencapai dana kampanye PKS untuk Pemilu 2014 sebesar Rp2 triliun.

"Sudah diperiksa dan sudah selesai, KPK juga tidak menanyakan aliran dana ke saya," kata Anis disela-sela acara pertemuan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2013.

Anis menilai tudingan Yudi tidak benar. Menurutnya, Ahmad Fathanah dan orang-orang yang berhubungan sudah dipanggil oleh KPK seputar hal itu.

"Intinya tudingan Yudi sama sekali tidak benar dan saya sama sekali tidak mengenalnya apalagi sampai ada aliran dana ke PKS dari dia, itu tidak benar," katanya.

Sebelumnya, tersangka pembobol Bank Jabar, Yudi Setiawan di majalah Tempo mengaku menyerahkan uang miliaran rupiah kepada petinggi PKS. PKS mengejar target dana partai triliunan rupiah unttuk kampanye pemilu 2014. Hal ini terungkap dalam laporan utama majalah Tempo edisi pekan ini yang berjudul "Selingkuh Fathanah dan Partai Dakwah".

Yudi mengaku melakukan pertemuan bersama Luthfi Hasan Ishaaq pada 12 Juli 2012 dalam perjamuan makan siang di kantor Yudi, Jalan Cipaku I nomor 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Luthfi saat itu masih menjadi Presiden PKS. Dia ditemani karibnya, Ahmad Fathanah.

Di dalam pertemuan, itu Luthfi mengungkapkan partainya butuh mitra pebisnis guna mengumpulkan dana. Ada papan tulis yang mencatat semua pembicaraan, dan seorang karyawan Yudi yang memotretnya.

Di papan tulis itu ada beragam program PKS guna menjaring dana. Pada kolom teratas disebutkan tertulis PKS dan angka Rp 2 triliun. Di sebelahnya ada nama Luthfi dan Hilmi. Berikutnya pada tiga kolom tertulis masing-masing Kememterian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Sosial.

Yudi pun mulai mengikuti proyek di Kementan yakni pengadaan benih kopi, dan teh senilai Rp189 miliar dan alat laboratoriun pertanian senilai Rp100 miliar. Sejak Yudi mengikuti lelang, Luthfi kerap menagih dana. Yudi pun menyerahkan sejumlah uang kepada Luthfi melalui Ahmad Fathanah. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
adesaja
25/05/2013
tidak benar kalo sedikit hahaha dasar PKI Partai Kolektor Selangkangan bakar aja hidup hidup INDONESIA ndak butuh PKI Berdasi sepertimu
Balas   • Laporkan
bluejeans77
25/05/2013
kayak pilem james bond - jika ketangkep ga diaku...
Balas   • Laporkan
araandara
24/05/2013
trus yg lu maksud ustad itu kaya yg hobinya blg alhamdu... lillah? kwakwkawakakw, begituan kok dibilang ustadz
Balas   • Laporkan
egafixt
24/05/2013
....ustadz yang seperti apa yang ada di PKS?
Balas   • Laporkan
hankpusakh
24/05/2013
hahaha..... dari awal emang ga yakin nih partai memang wadah umat islam berdakwa sbb otak orang orangnya masih mewarisi jajahan londo dan cuma tameng aja partai agama
Balas   • Laporkan
bujangkelana1979
24/05/2013
lagi dan lagi elit PKS bilang tidak kenal....ntar kalo foto atau rekaman telpon dibuka dipengadilan bilangnya bluffing(Hilmi), cuma becanda kok(Lutfi),terima kasih sudah mengingatkan(Suswono)....jujur dong ustad-ustad...ustad kok dusta sih
Balas   • Laporkan
elzodiacco | 24/05/2013 | Laporkan
klo aku usul mereka ga usah di panggil pake embel2 ustadz setuju ga,.karena menurutku ustadz bukan sekedar label,rasanya mereka ga pantas dipanggil ustadz,apalagi LHI,.sangat jauh dari label itu,


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog