POLITIK

PKS Selamat di 2014 Jika Kader Tak Terpengaruh Kasus Suap Sapi

"Sekarang yang menyelamatkan PKS itu bukan elit-elitnya tapi kader."

ddd
Sabtu, 18 Mei 2013, 15:36
Mobil sitaan di DPP PKS dibawa ke KPK
Mobil sitaan di DPP PKS dibawa ke KPK (VIVAnews/Muhamad Solihin)
VIVAnews - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti, Sabtu 18 Mei 2013 menilai nasib Partai Keadilan Sejahtera saat ini di ujung tanduk. Partai ini tengah diterpa prahara kasus suap impor daging sapi.

Menurut Ray, PKS akan selamat pada Pemilihan Umum 2014 mendatang, jika kader-kadernya yang ada di bawah tidak terpengaruh isu ini. Sebab kunci penyelamatan PKS bukan dari para elitnya, tetapi kader-kadernya.

"Bila kader-kadernya tidak terganggu mungkin elektabilitasnya akan terjaga," kata Ray di Jakarta.

Meski dapat diselamatkan, tetapi PKS tetap saja tak akan bisa memperoleh suara seperti pada Pemilu 2009 lalu. "Ya pasti turun, tapi akan selamat dari PT (Parliementary Threshold) 3,5 persen," kata dia.

Dia memuji sikap  Presiden PKS Anis Matta yang sering turun ke bawah. Sikap itu memang perlu dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan diri dan kebanggaan kader PKS.

"Karena yang saya lihat tipikal PKS ini hebat karena kadernya. Jadi kalau kadernya lemah dan tidak melakukan akselerasi ya kemungkinan tidak tembus PT," kata dia. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
imato63
19/05/2013
Over confidence, yah? soalnya yang milih nanti kan bukan cuma para kadernya...?!
Balas   • Laporkan
mohtarsobari
19/05/2013
terima kasih pak ahmad fathanah telah membuka mata kami bahwa ustadz luthfi, ustadz hilmi, ustadz anis matta dll ternyata sama buruknya dengan kader lain PKS, meskipun anda harus jadi korban, kehidupan seksual anda dibeberkan di pengadilan.
Balas   • Laporkan
brohen | 20/05/2013 | Laporkan
maksod lo ape ? ngaco aja..


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog