POLITIK

Prediksi Hasil Pemilu 2014 Versi Lembaga Pemilih Indonesia

PDIP, Golkar memimpin. Demokrat, PKS turun. PKPI jadi kuda hitam.

ddd
Rabu, 15 Mei 2013, 17:20
Sutiyoso
Sutiyoso (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) memprediksi PDI Perjuangan akan menguasai Pemilu 2014 mendatang. Alasannya, PDI Perjuangan diuntungkan oleh peran sebagai partai oposisi.

"PDIP juga bersikap tegas terhadap isu-isu serius seperti skandal Bank Century," kata Direktur LPI, Boni Hargens, di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu 15 Mei 2013.

Boni mengatakan PDI Perjuangan juga mendapat berkah dari kegagalan the ruling parties atau partai berkuasa yaitu Partai Demokrat. Kondisi itu dikombinasikan dengan romantisme politik pemilih volatile (pemilih berdasar cinta sesaat) yang dahulu pernah memilih partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut. Dampaknya, PDIP akan mendapat limpahan suara dengan selisih yang signifikan daripada hasil pemilu 2009.

"Peluangnya besar, partai ini akan menjadi pemenang pemilihan legislatif," ujarnya.

Partai kedua yang turut menguasai Pemilu 2014, lanjut Boni, adalah Partai Golkar. Golkar dinilai berhasil melakukan marketing dan advertising politik dengan baik.

"Golkar juga didukung oleh manajemen partai yang membaik sehingga perolehan 2014 diprediksi tidak akan melorot tajam, dengan tetap bertengger di posisi kedua setelah PDIP," katanya.

Demokrat dan PKS Turun

Sementara itu, LPI memprediksi Partai Demokrat akan mengalami penurunan dalam Pemilu 2014. Menurutnya, akan terjadi arus migrasi besar-besaran dari Partai Demokrat ke partai lain, baik partai baru atau partai tengah lama.

"Partai ini akan merosot pada kisaran 7,45 persen-10,45 persen. Dengan kata lain, paling tinggi Partai Demokrat akan meraih 10,45 persen atau paling rendah 7,45 persen pada pemilu 2014 mendatang," ujarnya.

Kemudian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan mampu masuk tiga besar partai pemenang dalam Pemilu 2014 mendatang. Skandal korupsi yang menyeret mantan Presidennya, Luthfi Hasan Ishaaq, menjadi faktor pemicunya. "Suara PKS maksimal 7,88 persen. Menanjak tidak mungkin. Tapi menurun mungkin," kata Boni.

Bahkan, Boni berani memprediksi, PKS dari predikatnya sebagai partai menengah yang solid dapat berubah menjadi partai kecil yang minim dukungan masyarakat usai pagelaran demokrasi tahun 2014 nanti. Meski demikian, dia meyakini PKS tidak akan hilang dari peredaran politik tanah air.

"Suara PKS 2014 bertahan di 5-6 persen," ujarnya.

Boni menuturkan perubahan dukungan terhadap PKS sangat kontras dalam dua pemilu terakhir yakni 2004 dan 2009. Suara partai berbasis muslim perkotaan ini melonjak 5,98 persen pada Pemilu 2004 (7,34 persen) dibanding Pemilu 1999 (1,36 persen). Namun, pada Pemilu 2009 hanya meningkat 0,55 persen menjadi 7,88 persen.

"Setelah skandal impor daging dan isu pornografi (terseretnya sejumlah wanita), partai ini bakal kehilangan pemilih migran dari NU maupun Muhammadiyah," ujarnya.

PKPI Kuda Hitam?

Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) juga memprediksi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) akan menjadi kuda hitam dalam Pemilu 2014 mendatang. LPI menilai PKPI akan mendapat tambahan kekuatan dari partai-partai kecil lain yang sudah melebur menjadi satu.

"Ini partai yang belum banyak diperhitungkan. Padahal 24,73 persen suara 2009 ada di partai-partai ini," kata Direktur LPI, Boni Hargens, di Jakarta, Rabu 15 Mei 2013.

Boni mengatakan, dengan strategi media yang kuat dan mobilisasi kader-kader di daerah serta manuver Ketua Umumnya, Sutiyoso, PKPI bisa mengejutkan semua pihak. Dalam analisis LPI, kata Boni, partai bernomor urut 15 itu akan bangkit melibas partai-partai lama yang mulai ditinggal pemilih.

"Bukan hal yang mustahil bagi PKPI menembus batas 4 persen di 2014," ujarnya.

Sementara itu, Boni melanjutkan bahwa partai kecil lain, Partai Bulan Bintang, tidak akan sanggup melewati ambang batas elektoral 3 persen. Oleh karena itu, partai pimpinan MS Ka'ban dan Yusril Ihza Mahendra itu akan gulung tikar alias hilang dari peredaran meskipun volatilitas atau tingkat perpindahan pemilih partai ini rendah, 0,76 persen.

"Ketua Umumnya tidak hebat-hebat amat dalam menarik suara, pencitraan di media massa lemah, ditambah dengan pencalegan Susno Duadji yang kontroversial semakin mempersulit peluang PBB dalam Pemilu 2014," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PKPI, Sutiyoso meyakini akan terjadi perpindahan pemilih dalam Pemilu 2014. Menurutnya, maraknya kasus korupsi di sejumlah partai mapan saat ini akan mengubah pilihan para swing voters atau pemilih mengambang.

"Dengan situasi itu akan terjadi pergeseran partai menengah ke atas dan bawah ke menengah," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengakui kasus korupsi yang dialami partai-partai politik lain termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan kesempatan bagi partainya untuk meraih dukungan rakyat. "Kompetitor terkena prahara, partai kami makin solid," ucapnya. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Joki
27/08/2013
He eh eh kita serahkan saja kepada Tuhan Yang Maha Esa, krn Dia yg menyeleksi semua, kalau partai berjalan dijalan yang lurus maka dia akan dimenangkan
Balas   • Laporkan
Joki
27/08/2013
He eh eh kita serahkan saja kepada Tuhan Yang Maha Esa, krn Dia yg menyeleksi semua, kalau partai berjalan dijalan yang lurus maka dia akan dimenangkan
Balas   • Laporkan
Joki
27/08/2013
He eh eh kita serahkan saja kepada Tuhan Yang Maha Esa, krn Dia yg menyeleksi semua, kalau partai berjalan dijalan yang lurus maka dia akan dimenangkan
Balas   • Laporkan
Joki
27/08/2013
He eh eh kita serahkan saja kepada Tuhan Yang Maha Esa, krn Dia yg menyeleksi semua, kalau partai berjalan dijalan yang lurus maka dia akan dimenangkan
Balas   • Laporkan
Joki
27/08/2013
He eh eh kita serahkan saja kepada Tuhan Yang Maha Esa, krn Dia yg menyeleksi semua, kalau partai berjalan dijalan yang lurus maka dia akan dimenangkan
Balas   • Laporkan
muchamad.riwanto
03/06/2013
PKPI kuda hitam?? gk masalah yg penting pembuktian nanti di 2014... apakah partai berkuasa dan yg bermasalah saat ini masih masih menyombongkan dirinya masih yg terhebat... "dia fikir dia yg paling hebat" kata lagu Sherina waktu kecil
Balas   • Laporkan
aleppo
16/05/2013
pks jangan di hapus, entar nggak bisa lagi liat fahri hamzah ngomong, habis lucu, bibirnya bisa kesana kemari
Balas   • Laporkan
long_life
16/05/2013
Kalau perlu PKS di hapus aja. Udah korupsi, skandal wanita, Anti Pancasila, Partai Teroris pula. Nggak pantas dipelihara
Balas   • Laporkan
skinhead | 16/05/2013 | Laporkan
Korban media lagi neh
profit.izzudin | 16/05/2013 | Laporkan
banya orang mampu berbicara tetapi tidak mampu menunjukkan BUKTI kebenaran omongannya.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog