POLITIK

Hilmi Sebut Sadapan KPK Bluffing, Ini Kata PKS

PKS yakin Hilmi Aminuddin tak terkait dengan rekaman tersebut.

ddd
Rabu, 15 Mei 2013, 12:36
Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, kemarin diperiksa KPK.
Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, kemarin diperiksa KPK. (ANTARA/Wahyu Putro A)
VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hilmi Aminuddin, kemarin. Hilmi diperiksa terkait rekaman penyadapan Fathanah dengan seseorang menyangkut uang jatah Rp15 miliar untuknya dalam kasus penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Namun, Ketua DPP PKS, Al Muzzammil Yusuf, yakin Hilmi tak terkait dengan rekaman pembicaraan itu. Sebab, kata dia, Fathanah adalah makelar dan hanya mengaku-ngaku sebagai kader PKS.

"Dia bicara dengan orang lain, dan ustadz Hilmi tidak tahu siapa yang diajak berbicara. Mungkin ini yang disebut sebagai bluffing. Boleh jadi ini cara dia saja untuk meyakinkan mitra bisnis," kata Muzzammil di Gedung DPR, Rabu 15 Mei 2013.

Pernyataan Hilmi kemarin yang mengatakan bahwa percakapan itu bluffing, kata Muzzammil, bukan untuk menyudutkan KPK.

"Tapi ini pernyataan sepihak dan orang belum tentu setuju dengan pernyataan itu," tuturnya.

Sebelumnya, usai diperiksa KPK kemarin, Hilmi mengatakan, semua rekaman yang dibuka oleh KPK adalah bluffing. Namun, Hilmi tidak menjelaskan apa maksud bluffing dalam rekaman tersebut.

"Ya semua tertulis, ada semua tapi semuanya bluffing, maksudnya tanya saja ke penyidik," kata Hilmi.

Informasi yang dihimpun VIVAnews, rekaman penyadapan itu merupakan rekaman antara Ahmad Fathanah dengan seseorang yang diduga Ridwan Hakim. Pembicaraan yang disadap KPK itu membicarakan jatah uang untuk pendiri PKS itu. Saat meminta jatah orang yang diduga anak Hilmi tersebut, biasanya menyebut 'jatah untuk engkong'. (adi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
brohen
15/05/2013
diduga...diduga...diduga terus...diduga terima uang..diduga terima aliran dana...diduga teman dekat....diduga suap...nanti diduga apalagi..huuuftt...hanya karena diduga seseorang sudah dihakimi media..cape deh...!!
Balas   • Laporkan
mbahmoe | 15/05/2013 | Laporkan
Untuk ngobok-obok PKS ya tidak ada cara lain selain cara murahan seperti ini. Ditambah telenovela biar semakin dapat dukungan masyarakat. Duh..KPK Anda bukan lembaga pembuat opini murahan kayak gini...Anda penegak hukum istimewa!
belakebenaran | 15/05/2013 | Laporkan
itu karena oknum KPK sdh ikut bermain politisasi
nirwana15 | 15/05/2013 | Laporkan
soalnya pertama bilang ga kenal taunya kenal, eh malah kenal dekat lg sampe bisa ngajak presentasi di kamar sama indoguna, katanya pernah ada kasus bisnis eh abis itu akrab lagi bisnis lagi, jika berkata dia bohong, diberi amanah malah milih mahar


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog