POLITIK

Rieke-PDIP: Perbudakan Buruh Tamparan Keras untuk SBY

Kado May Day jadi hari libur nasional dinilai tidak cukup.

ddd
Senin, 6 Mei 2013, 09:40
 Pengendara bermotor melintas di lokasi produksi wajan yang digrebek kepolisian di rumah produksi wajan di kawasan Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (5/5).
Pengendara bermotor melintas di lokasi produksi wajan yang digrebek kepolisian di rumah produksi wajan di kawasan Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (5/5). (ANTARA/Lucky R)

VIVAnews - Anggota Komisi IX Bidang Ketenagakerjaan, Rieke Diah Pitaloka mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan pembantunya mengusut tuntas kasus perbudakan buruh di pabrik wajan di Tangerang, Banten. Kasus ini, menurut dia, tamparan keras bagi SBY.

Namun, Rieke mengingatkan agar Presiden SBY tidak lagi membentuk lembaga ad hoc baru yang memboroskan anggaran. Presiden dapat memaksimalkan kementerian yang ada untuk usut tuntas permasalahan ini.

"Ini adalah tamparan keras bagi SBY, bahwa buruh tak cukup kado May Day jadi libur nasional. Namun penyelesaian kasus ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan bagi buruhlah yang istimewa," ujar Rieke, Senin 6 Mei 2013.

Rieke juga mengajak seluruh elemen buruh untuk memberikan solidaritas dukungan terhadap korban dan mengadvokasi para korban. "Desak SBY, Kepolisian, Menakertrans dan seluruh pihak terkait untuk usut tuntas permasalahan ini," kata dia.

Rieke pun menyarankan agar Kepolisian membentuk tim khusus tenaga kerja. Hal ini menyusul adanya kasus perbudakan para buruh di Desa Lebak Wangi, Tangerang, Banten.

Bagian Divisi Ketenagakerjaan ini, kata Rieke, bisa fokus bidang pengaduan ketenagakerjaan. Rieke juga mendesak agar polisi menangkap dan memenjarakan pengusaha yang melakukan perbudakan, menyiksa dan mempekerjakan anak di bawah umur.

Sementara, anggota komisi IX lainnya, Poempida Hidayatulloh mengatakan, kasus perbudakan buruh itu tidak hanya bertentangan dengan berbagai Undang-Undang yang ada, tapi secara jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. Sementara ini saya masih melakukan klarifikasi tentang kejadian ini, agar kemudian saya dapat tindaklanjuti dengan suatu tindakan yang kongkrit," kata dia. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nongo
14/05/2013
si oneng stress kalah pilkada.....kau aja yg ditampari rame rame......wkwkwkwkwk
Balas   • Laporkan
bustamin36
08/05/2013
tuh demit kayanya giring bangat klo prisidennya ditampar.. ngaca bok ngaca jgn cmn bisa nyalahin presiden.. krn rakyat uda liat wkt bos lo yg mimpin keadaannya malah lebih buruk..
Balas   • Laporkan
bustamin36
08/05/2013
kalah dalam pemilu sebuah tendangan keras untuk PDIP
Balas   • Laporkan
woro-lanang
08/05/2013
Maaf,kalau semua ke SBY, terus PDIP ngapain ,oneng saja,semua elemen negara ini punya andil tanggung jawab,yg proposional lah, belajarlah untuk santun dalam berpolitik,Siapapun Pemimpin Negara ini mendapat amanah dari yg Maha Kuasa, jadi harus disupport
Balas   • Laporkan
rossesr
07/05/2013
kalah pilgub jabar, tamparan keras buat oneng
Balas   • Laporkan
prasetyoono
06/05/2013
udah kebal...nggak krasa kalo cuma buruh....
Balas   • Laporkan
grd1589
06/05/2013
kasian SBY. tiap ada kesalahan di masyarakat, SBY yg kena. lama2 klo ada yg nyolong, ngadunya ke SBY utk desak pengusutan kasus penucurian sandal jepit. Eh Rieke, itu tugas Mensos dan wakil rakyat spt anda donkkk. Tangerang kan dae Jakbar, dae lu.
Balas   • Laporkan
aryosasong
06/05/2013
Mukeloh yang harus ditampar..kemana aja DPR Komisi IX Bidang Ketenagakerjaan sehingga masih ada Buruh yang diperlakukan seperti Budak. Oneng2x otak lho memang bener2x Oneng karena selalu mencari kesalahan2x SBY..
Balas   • Laporkan
mgm11
06/05/2013
ini si oneng lemot bener otaknya...SBY kaga ngurusin perbudakan kaleee.....yg ngurus tuh MENSOS sama MENAKERTRANS...ckckckc think positive dongg
Balas   • Laporkan
sutantantina
06/05/2013
Sebenarnya mana yang lebih keras di tampar, bukannya komisi IX yang ngurusi perburuhan yang harus lebih banyak turun ke lapangan, anda kan dipilih rakyat. Presiden bukan hanya ngurusin buruh...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog