POLITIK

Artis Vs Aktivis di Pemilu 2014, Siapa Menang?

"Saya berharap DPR Periode 2014 tidak diisi orang-orang hedonis."
Jum'at, 3 Mei 2013
Oleh : Aries Setiawan, Syahrul Ansyari
Charles Bonar Sirat maju jadi caleg dari Partai Golkar
VIVAnews - Sistem suara terbanyak menjadikan kontestasi politik dalam pemilu legislatif 2014 akan berlangsung terbuka. Sistem ini membuat artis memiliki peluang besar dan berpotensi mengancam para aktivis, yang sebelumnya mendominasi lembaga Dewan Perwakilan rakyat (DPR).

Bagaimana peluang mereka? Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, artis dan aktivis sama-sama memiliki modal dasar, yakni popularitas.

"Selanjutnya, terserah mereka bagaimana menjanjikan sistem demokrasi yang lebih baik bagi masyarakat," kata Siti Zuhro dalam sebuah diskusi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat 3 Mei 2013.

Zuhro menilai, citra lembaga DPR saat ini begitu terpuruk di mata masyarakat. Tindak pidana korupsi yang menjerat anggotanya, kunjungan ke luar negeri yang dinilai menghambur-hamburkan uang, semakin menghancurkan kredibilitas DPR. Oleh karena itu, menjadi tantangan bagi kedua kalangan itu untuk mengubahnya.

"Saya berharap DPR periode 2014 tidak diisi orang-orang hedonis. Tetapi diisi orang yang amanah dan mampu menyampaikan aspirasi masyarakat," tuturnya.

Salah satu caleg artis dari Partai Golkar, Charles Bonar Sirait mengklaim, selebritis memiliki kualitas untuk menjadi wakil rakyat. Selama ini, katanya, mereka tidak hanya melakukan kegiatan di dunia hiburan, tapi juga pendidikan, sosial dan lainnya. "Kami pernah kuliah, melakukan aktivitas lain," katanya.

Tak hanya itu, Charles juga mengaku tidak buta terhadap dunia politik. Dia sudah lama berkecimpung di partai pimpinan Aburizal Bakrie tersebut. "Saya sudah 10 tahun di Golkar. Dari mulai kader sampai fungsionaris," katanya.

Sementara itu, caleg artis dari Partai Hanura, David Chalik menolak anggapan bahwa kalangan artis tidak layak terjun di bidang politik. Senada dengan Charles, David juga lama aktif di dunia politik. Dia mengaku sudah menjadi Hanura sejak partai itu berdiri.

"Sebagai Ketua Departemen Kepemudaan di bawah DPP. Sekarang Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi Hanura. Tahun 2009 bukan waktu yang tepat untuk maju, karena belum punya pengalaman politik," tuturnya.

David akhirnya mantap menjadi caleg dalam pemilu 2014. Dia berniat mewujudkan cita-citanya sejak kecil, yaitu membangun pendidikan gratis untuk masyarakat yang tidak mampu. (umi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found