POLITIK

Gerindra: Caleg Keluarga Rugikan Partai

Seharusnya bisa dapat 60 suara, tapi suami-istri maju, suara terpecah.

ddd
Kamis, 2 Mei 2013, 13:36
Ribuan kader serta simpatisan Partai Gerindra
Ribuan kader serta simpatisan Partai Gerindra (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat memastikan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum tidak ada satupun yang berasal dari satu keluarga.

Meski secara umum Partai Gerindra tak membuat aturan bahwa satu keluarga tak boleh menjadi caleg, tapi Martin menilai caleg keluarga justru merugikan partai itu sendiri.

"Misalnya suami-istri, kan sama-sama caleg, kemampuannya berkurang. Jadi pecah, padahal suaranya banyak. Itu merugikan partai, apalagi satu dapil," kata Martin, Kamis 2 Mei 2013.

Menurut Martin, jika dalam satu dapil ada caleg suami-istri yang seharusnya memiliki suara banyak, tapi karena hubungan suami-istri, jadi suaranya terpecah. Kondisi seperti ini justru bisa membuka peluang bagi caleg lain untuk merebut suara.

"Contohnya dalam dapil itu ada satu keluarga tokoh, seharusnya keluarga itu bisa dapat 60 suara, tapi suami-istri maju, suara terpecah. Suami dapat 30, istri dapat 30. Nah kalau calon dari partai lain dapat 40 bagaimana? Kan rugi," jelasnya.

Untuk perekrutan caleg Gerindra, kata Martin, syaratnya adalah memiliki ketokohan di daerah dan memiliki kemampuan mendulang suara. Hal itu bisa dilihat dalam proses wawancara dalam seleksi caleg.

"Misalnya, orang itu punya massa berapa. Bagaimana cara orang itu meraih suara banyak. Dari penjelasan dia kami bisa tahu apakah dia mengkhayal atau tidak," tuturnya. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id