POLITIK

Yusril: PBB Partai Kecil, Tak Bisa Lindungi Susno

Susno Duadji menjadi caleg PBB untuk daerah pemilihan Jawa Barat I.

ddd
Selasa, 30 April 2013, 10:09
Susno Duadji, Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum PBB MS Kaban.
Susno Duadji, Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum PBB MS Kaban. (ANTARA/Reno Esnir)
VIVAnews – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra keberatan partainya disebut melindungi Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, terpidana kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan kasus korupsi pengamanan Pilkada Jawa Barat tahun 2008. Meskipun berstatus terpidana, Susno terdaftar sebagai bakal calon anggota legislatif dari PBB untuk daerah pemilihan Jawa Barat I.

“PBB itu partai kecil. Hebat sekali kalau PBB bisa melindungi Pak Susno,” kata Yusril di Surabaya, Selasa 30 April 2013. Ia mengatakan, PBB menerima Susno sebagai caleg karena mantan Kapolda Jawa Barat itu belum dieksekusi. Sampai saat ini pun, Kejaksaan belum berhasil menjebloskan Susno ke penjara seusia putusan pengadilan yang menghukum Susno 3 tahun 6 bulan penjara.

Pakar hukum tata negara itu mengatakan, Susno tidak bisa dieksekusi karena dua alasan. Pertama, tidak ada perintah pemidanaan atau penahanan di putusan Susno, baik di putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hingga Mahkamah Agung, sehingga hal ini menyalahi Pasal 197 ayat 1 huruf k Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Adapun keputusan MK yang menganulir Pasal 197 tersebut tidak berlaku surut. Dengan demikian, ujar Yusril, putusan MA atas Susno batal demi hukum.

Kedua, nomor perkara antara di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung berbeda. “Di PT, nomor perkara milik orang lain, tapi putusan perkaranya milik Pak Susno,” ujar Yusril. Jika jaksa eksekutor bersikukuh hendak mengeksekusi Susno, kata Yusril, maka jaksa harus melakukan upaya Peninjauan Kembali atas putusan Susno. “PK untuk itu diatur dalam perundang-undangan,” ujarnya.

Susno sendiri membantah sengaja menghilang apalagi melarikan diri dari kejaran Kejaksaan dan Polri. Dalam video yang diunggah oleh akun Yohana Celia pada Senin sore, 29 April 2013, Susno mengatakan ia saat ini berada di daerah pemilihan I Jawa Barat. “Saya tidak akan lari dari tanggung jawab,” kata Susno.

Susno mengatakan, ia sengaja tidak muncul di muka umum untuk menghindari eksekusi liar oleh Kejaksaan Agung. Ia berpendapat, eksekusi jaksa di rumahnya di Bandung pada Rabu, 24 April 2013, dilakukan tanpa dasar hukum. “Jaksa telah mempertotonkan eksekusi tanpa dasar hukum. Putusan perkara semua batal demi hukum,” kata dia.

PBB sendiri baru akan menganulir pencalegan atas Susno apabila pelaksanaan eksekusi atas Susno sudah terjadi. “Entah karena jaksa tetap mengeksekusi paksa Pak Susno, atau eksekusi berjalan atas kerelaan Pak Susno sendiri meskipun dia yakin tidak bersalah,” kata Yusril. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tantokw
30/04/2013
PBB = PARTAI BURONAN BOBROK, PARTAI SARANG KORUPTOR DAN PENGKHIANAT RAKYAT...KADERNYA PARA PENJAHAT PENGECUT MESKIPUN TAHU HUKUM DAN PANGKAT JENDERAL,TETAPI MORALNYA BOBROK...HARAM...MUNAFIK...SELURUH RAKYAT INDONESIA JANGAN PILIH PARTAI HARAM MODEL BEGIN
Balas   • Laporkan
matcodet
30/04/2013
partai katro isinya MALING!!!
Balas   • Laporkan
dulkamid
30/04/2013
Yusril biasanya cerdik memanfaatkan kasus besar buat mejeng di media. Sekarang juga begitu. Maunya manfaatkan kasus Susno untuk elektabilitas dan jadi vote getter PBB. EEhhh kepleset malah jadi elek labilitas dan vote gutter.
Balas   • Laporkan
nirwana15
30/04/2013
Wah PBB numpang promosi lewat kasus susno nih hahahah
Balas   • Laporkan
hwt
30/04/2013
hahaha ... Maling feat coped ...
Balas   • Laporkan
rakyat-indonesia
30/04/2013
Sudah kecil partainya..masih manampung terpidana, akhirnya yang kecil akan semakin mengecil dan akhirnya tinggal sejarah..wkwkwk
Balas   • Laporkan
sammi
30/04/2013
Satu kader saja tdk bisa dilindungi, apalagi rakyat? Jgn pilih partai kecil ini karena bakal dikhianati. Ini partai cuma mau rame2in, lalu cari koalisi, dapat duit.
Balas   • Laporkan
romychan
30/04/2013
Indonesia bisa bebas dari koruptor cuma ada 1 jalan saja, yakni hukum mati bagi yg melakukan korupsi diatas 1 miliar. Skrg tdk ada efek jera samasekali, justru hukuman bagi org yg tau hukum lantas melanggar hukum, selalu mendpt hukuman yg lbh ringan.
Balas   • Laporkan
Kunroji Wijaya
30/04/2013
Pak Yusril, sekecil apapun partai anda, jika anda membela yg benar pasti rakyat Indonesia akan berbondong bondong membela Bacaleg anda susno duaji, tapi rakyat sekarang sudah cerdas,mana orang yg hanya berlindung dibalik ayat ayat hukum tanpa makna yg hak
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog