POLITIK

SBY Bicara Urusan Partai di Istana, Apa Kata Pimpinan DPR?

"Kalau dibiarkan dapat menurunkan citra dan marwah Istana Negara."

ddd
Kamis, 18 April 2013, 12:41
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers menanggapi batal gabungnya Yenny Wahid ke Partai Demokrat di Istana Negara.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers menanggapi batal gabungnya Yenny Wahid ke Partai Demokrat di Istana Negara. (Dok. Kementerian Luar Negeri)
VIVAnews - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) angkat bicara soal konferensi pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tadi malam di Istana Negara. Pidato SBY semalam, menanggapi batal gabungnya Yenny Wahid ke Partai Demokrat.

Menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung, urusan yang berkaitan dengan politik praktis seharusnya bukan domain Presiden, meski kini SBY merangkap jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Apalagi, masalah terkait partainya itu dibicarakan di lingkungan pemerintahan seperti Istana Negara.

"Ini betul-betul hal berkaitan dengan internal sebuah parpol tertentu. Seyogyanya dibicarakan di luar Istana Negara. Istana itu legacy dari pemerintahan dan negara. Kalau ini dibiarkan menurunkan citra dan marwah istana itu sendiri," kata Pramono di Gedung DPR, Kamis 18 April 2013.

Beberapa waktu lalu, pro dan kontra rangkap jabatan Ketua Umum Partai Demokrat begitu kencang diberitakan. Meskipun, dari sisi perundang-undangan rangkap jabatan tidak melanggar, Pram sangat menyayangkan SBY menggunakan Istana Negara untuk konferensi pers hal yang berkaitan dengan partai.

"Tidak ada urgensi keterkaitan dengan negara, lebih baik di kantor partai atau ditempat yang selayaknya dilakukan," ujar dia.

Sebelumnya, hal yang sama juga diungkapkan oleh politisi Golkar, Bambang Soesatyo. Menurut dia, SBY sendiri justru tidak menepati janjinya yang selalu diungkapkan oleh para petinggi Partai Demokrat yang mengatakan presiden hanya mengurus partai pada saat libur dan bukan di Istana.

"Ketidakkonsistenan ini makin mengkonfirmasi bahwa pengelolaan negara makin bias dan tidak fokus. Dan ini diperkirakan akan semakin meningkat menjelang pemilu 2014. Kita tentu berharap pemerintah segera berbenah diri dan kembali fokus bekerja untuk kepentingan rakyat," ujar dia.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Supacua mengatakan, kemungkinan apa yang diungkapkan SBY itu hanyalah untuk menjawab pertanyaan wartawan mengenai Yenny Wahid.

"Kalau menjawab wartawan kan boleh masa dia harus tutup mulut, jadi hal-hal kecil yang diangkat ke permukaan harus ada substantif. Kalau urusan kenegaraan dia kan jawab," kata dia. 


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog