POLITIK

Pimpinan MPR: Anggota Dewan Sekarang "Tidak 5D"

Dulu "datang, duduk, dengar, diam, duit." Sekarang "Tidak 5D"

ddd
Senin, 15 April 2013, 15:09
Ketua MPR Taufik Kiemas didampingi dua Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Thohari dan Melani Laimena
Ketua MPR Taufik Kiemas didampingi dua Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Thohari dan Melani Laimena (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Hajriyanto Y. Thohari mengeluhkan banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang bolos saat sidang komisi dan paripurna. Keluhan ini disampaikan kepada anggota parlemen dari Australia yang berkunjung ke gedung MPR.

Atas perilaku anggota DPR ini, kata Hajriyanto, kepercayaan publik menurun terhadap DPR. Hal ini, kata dia, dapat dilihat dari berbagai survei yang ada. Bahkan, dia melanjutkan, ada masyarakat yang mengolok-olok parlemen di media sosial.

"Sampai ada yang mengatakan di masa Reformasi itu '5D (yakni) datang, duduk, dengar, diam, duit'. Tapi setelah Reformasi julukannya bukan 5D, tapi 'Tidak 5D' (yakni) tidak datang, tidak duduk, tidak dengar tapi terima duit'," ujar Hajriyanto, Senin 15 April 2013.

Untuk itu, Hajriyanto mengusulkan bagaimana parlemen Indonesia dan Australia bekerjasama mengatasi masalah ini. Sebab, kata dia, di Indonesia sudah dilakukan banyak upaya agar anggota DPR tidak bolos. Antara lain dengan penerapan fingerprint, tata tertib di DPR selalu diperbaiki, bahkan menggunakan ancaman akan diberhentikan. Tapi, upaya ini juga tidak berhasil.

Menanggapi hal ini, anggota parlemen dari Australia, Alex Galladh, mengaku perilaku anggota DPR di Indonesia dan Australia memiliki beberapa kesamaan. Anggota Parlemen di Australia, kata Alex, sering datang, duduk tetapi tidak mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Jabatan anggota DPR hanya 3 tahun di Australia, kalau saya mengamati proses sidang di DPR Australia kadang-kadang di media televisi seluruh negara, kadang pertanyaan di sidang DPR tidak selalu dijawab," ujar dia.

Bahkan, kata Alex, jika ada persoalan politik yang sedang panas, kadang-kadang ditonton oleh masyarakat umum tetapi, masyarakat juga selalu tidak mendapat jawaban atas kondisi politik yang panas itu. (adi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dulkamid
15/04/2013
5d itu untuk jaman orba pak, pasif. Pemasukan DPR sebagai tukang stempel cuma dari gaji dan tunjangan. Sekarang jaman reformasi, DPR berubah jadi hiperaktif mengorek duit. Hiperaktif jadi tukang palak, tukang gangsir dan tukang begal yang mulia.
Balas   • Laporkan
ngisingo
15/04/2013
tapi 10 d pak???
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id