Aburizal Akan Surati 40 Juta Keluarga di Indonesia

Aburizal Bakrie di Pembukaan Rakornis Pemenangan Pemilu Wil. Jawa I
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin
VIVAnews
Jasad Wanita Open BO yang Dibunuh Hanyut Dibuang di Kali Bekasi Hingga ke Pulau Pari
- Partai Golkar terus bekerja keras meningkatkan popularitas dan elektabilitas Aburizal Bakrie sebagai calon presiden (capres). Selain program
road show
Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Butuh 6,7 Juta Ton Beras per Tahun
, atau turun langsung ke bawah, partai berlambang beringin itu juga akan menyapa masyarakat melalui surat langsung dari Aburizal Bakrie (ARB).
Drama 4 Gol Lawan Madura United, Dewa United Jaga Asa Tembus Championship Series

"Saya akan menulis surat pada 40 juta kepala keluarga. Juga 800 ribu pemuka masyarakat," kata ARB saat memberikan sambutan pada Rakornis Pemenangan Pemilu Partai Golkar, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu 9 Februari 2013.


Selain kepada kepala keluarga dan pemuka masyarakat, ARB mengaku akan menyurati 150 ribu guru dan pihak lain di seluruh Indonesia. Surat tersebut berisi sapaan personal dan pengenalan program prorakyat yang sedang diperjuangkan Partai Golkar.


"Nama dan alamat dikumpulkan oleh para pengurus kecamatan. Masing-masing kami minta mengumpulkan 10 nama dan alamat, baik tokoh masyarakat maupun keluarga," katanya.


Menurut ARB, dari beberapa surat yang dikirimkan di daerah Banten, responsnya cukup positif. Masyarakat, ungkapnya, sangat senang bila disapa dan diperhatikan. "Mereka terharu sekali dan mengharapkan Partai Golkar memenangi pemilu," kata Aburizal.


Selain itu, Partai Golkar akan mendirikan posko-posko di daerah. "Ini posko bersama yang nanti akan kami bagikan petunjuk pendiriannya. Ada posko bersama dan posko pribadi caleg," ujar ARB.


ARB juga meminta kadernya turun ke akar rumput dan bekerja nyata untuk rakyat. Kader sampai desa harus diaktifkan untuk melakukan ini. "Hadiri kawinan, berikan pengobatan gratis, selesaikan masalah masyarakat," katanya.


Kepada seluruh kader, ARB mengingatkan bahwa pada 2014 hanya ada satu skenario politik: yaitu menang. Tidak boleh ada skenario lain. "Kekalahan 2004 dan 2009 karena punya banyak skenario," katanya. (art)


Laporan: Dian Widiyanarko

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya