POLITIK

Sumber Dana PKS dari Suap Impor Sapi? Ini Jawaban Hidayat

PKS gerah dengan tudingan partai mendapat uang hasil suap.

ddd
Rabu, 6 Februari 2013, 08:55
Hidayat Nur Wahid bersama para kader PKS.
Hidayat Nur Wahid bersama para kader PKS. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gerah dengan berkembangnya isu yang menuding keuangan partai mereka berasal dari hasil suap daging impor sapi--kasus yang saat ini membelit mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid pun membantah isu itu.

Hidayat mengatakan keuangan PKS berasal dari iuran kader yang duduk di DPR. “Iuran itu berasal dari gaji kami. Per bulan minimal kami iuran Rp20 juta untuk partai,” kata Hidayat, Rabu 6 Februari 2013.

Selain iuran untuk partai, anggota Fraksi PKS di DPR juga harus menyetor lagi uang Rp2 juta untuk iuran fraksi per bulannya.

Sementara itu, bagi kader PKS yang tidak duduk di kursi DPR, mereka mengeluarkan iuran untuk partai dengan jumlah bervariasi. Total, sekitar empat persen dari penghasilan masing-masing kader.

“Dalam Undang-Undang Parpol kan boleh menerima hibah dari perseorangan dan partai. Jadi secara normatif, itulah sumber keuangan partai," ujar Hidayat.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
soebandrio
09/02/2013
ya sudah, kalo begitu duit 40 m artinya untuk penggunaan pribadi dari LHI dong..susah bener ngelesnya.
Balas   • Laporkan
blondot2012
07/02/2013
Apik ketitik Olo ketoro, walaupun sumbunyi dibalik jubbah putih suatu saat pasti ketauan belangnya, itu sudah hukumnya.
Balas   • Laporkan
masmis
07/02/2013
Kalo orang luar 'g akan percaya, tapi bagi kader PKS pasti tahu karena uang mereka yg diserahkan. Terus semangat berjuang, biar anj**ng menggonggong kafilah tetap berlalu.
Balas   • Laporkan
omradsky
06/02/2013
dah HNW jangan gmapang emosi dan ngeluh. selidiki dolo bener nga tuh emang bener2 dari iuran, dah dua kali salah ucap lo, sekali lagi dapat piring hihihihi
Balas   • Laporkan
frogman
06/02/2013
bilangnya kuota daging ini spy bisa lindungi pternak lokal,taunya cuma buat akal2an "nodong"perusahaan importer yg urusannya mau dmudahkan,gosipnya sih ada tarif,misalnya:Rp.5000@kgX8000ton=40M,begitu jgdg kuota holtikultura,bakalan sama ujungnya..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog