TUTUP
TUTUP
POLITIK

PDIP: Jangan Manfaatkan Popularitas Artis untuk Dulang Suara

"Jangan pukul rata semua artis terindikasi narkoba" kata Wasekjen PDIP
PDIP: Jangan Manfaatkan Popularitas Artis untuk Dulang Suara
Nico Siahaan dan Iwa K saat mengumumkan bergabung ke PDIP. (Antara/ Indrianto Eko Suwarso)

VIVAnews – PDI Perjuangan akan lebih berhati-hati dalam merekrut bakal calon anggota legislatif untuk Pemilu 2014, terutama dari kalangan artis. Kewaspadaan ini dipasang menyusul adanya bakal caleg artis yang ditangkap Badan Narkotika Nasional, Minggu 27 Januari 2013.

“Pola rekrutmen caleg 2014 dari kalangan artis harus lebih diperketat seiring ditangkapnya sejumlah artis yang diduga melakukan pesta narkoba di rumah artis Raffi Ahmad,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah, Senin 28 Januari 2013.

Basarah juga meminta partai politik untuk menghindari pola politik pragmatis dalam Pileg 2014, dengan tidak memanfaatkan kepopuleran artis untuk menggalang suara. “Sekalipun kita tidak patut memukul rata kalangan artis terindikasi narkoba, namun secara moralitas politik, sangat tidak etis kalau parol menjadi alat pengumpul suara melalui pencalegan artis-artis populer,” kata dia.

Dalam merekrut artis sebagai caleg, ujar Basarah, partai politik harus memastikan artis terkait punya rekam jejak sosial yang bagus, dan setidaknya punya keahlian dasar untuk ditempatkan menjadi anggota parlemen yang baik dan efektif.

“Oleh karena itu dalam rangka mendukung program nasional pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba, PDIP telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan BNN pada 10 Januari 2013 untuk mengawasi dan memberi penyuluhan antinarkoba kepada seluruh jajaran struktur dan kader PDIP di Indonesia,” kata Basarah.

Sejauh ini, PDIP telah menjaring empat artis sebagai caleg 2014, yaitu Sony Tulung, Nico Siahaan, Yessi Gusman, dan Edo Kondologit. “Mereka adalah artis yang rekam jejaknya baik dan punya perhatian pada nasib rakyat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Maruarar Sirait.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP