POLITIK

PKS Kritik Keras Survei LSI Lingkaran Soal Partai Islam

"Survei bukan realita, tak boleh ditunggangi untuk mengarahkan opini."

ddd
Selasa, 16 Oktober 2012, 06:17
Hidayat Nur Wahid saat kampanye PKS pada Pemilu 2009.
Hidayat Nur Wahid saat kampanye PKS pada Pemilu 2009. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, mengingatkan lembaga-lembaga survei agar tidak menjadi alat politik tak sehat dalam perpolitikan tanah air.

PKS sendiri, menurut Hidayat, tak takut dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia yang menunjukkan tidak ada partai politik Islam yang mendapat suara lebih dari lima persen apabila pemilihan umum digelar hari ini.

“Harus ditegaskan, survei itu menyebutkan 'Kalau pemilu digelar hari ini'. Tapi harus diingat bahwa pemilu tidak digelar hari ini. Perubahan justru terjadi di hari-hari terakhir. Menit terakhir bisa mengubah seluruh konstelasi politik. Apalagi Pemilu 2014 masih satu setengah tahun lagi,” kata Hidayat kepada VIVAnews, Senin 15 Oktober 2012.

Pada lingkup provinsi DKI Jakarta saja, ujar Hidayat, banyak lembaga survei tidak akurat ketika memprediksi hasil putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2012.

“Banyak faktor yang membawa perubahan. Jadi survei bukan realita dari hasil pemilu, sehingga tidak boleh ditunggangi untuk mengarahkan opini bahwa partai-partai Islam tidak laku sehingga calon pemilih tidak perlu mempertimbangkan partai Islam, dan sehingga partai Islam tak perlu repot-repot menyongsong pemilu,” ujar Ketua Fraksi PKS itu.

PKS juga mengkritik faktor-faktor yang disebut LSI Lingkaran menjadi penyebab jebloknya elektabilitas partai-partai Islam, salah satunya poin yang menyebutkan partai nasionalis kini semakin mengakomodir kepentingan umat Muslim. Berdasarkan survei LSI Lingkaran, sebanyak 57,8 persen responden memang percaya partai nasionalis bisa mengakomodir kepentingan umat Islam.

“Artinya berdasarkan survei itu, partai nasionalis pun membawa agenda agama ke dalam programnya, sehingga tidak relevan lagi mendikotomikan antara partai Islam dan non-Islam,” ujar Hidayat.

PKS pun mengkritik dikotomi yang belakangan dibangun sejumlah lembaga survei, sehingga mengesankan partai nasionalis kini berjiwa agamis, sedangkan partai Islam tidak nasionalis.

Fakta 2009

Untuk menantang dikotomi itu, PKS kemudian membeberkan hasil Pemilu 2009 sebagai sampel. Pada Pemilu 2009, jelas Hidayat, ada 36 parpol yang bertarung – 7 parpol Islam atau berbasis massa umat Islam, sedangkan 29 parpol nasionalis.

“Dari 7 parpol Islam itu, ternyata yang diminati rakyat dan lolos ke parlemen ada 4, yaitu PKS, PPP, PKB, dan PAN." Sementara yang tidak lolos ke parlemen hanya 3, yaitu PBB, PNUI, dan PMB. Artinya, lebih dari 60 persen partai Islam lolos ke parlemen. Lebih banyak partai Islam yang lolos ke parlemen ketimbang yang tidak,  kata Hidayat.

“Bandingkan dengan partai nasionalis. Dari 29 parpol nasionalis, hanya 5 yang masuk parlemen, yaitu Demokrat, Golkar, PDIP, Gerindra, dan Hanura. Sebanyak 24 partai nasionalis sisanya tidak diminati. Artinya, hanya seperenam dari total partai nasionalis yang masuk parlemen. Mayoritasnya justru tidak dipilih,” kata Hidayat lebih lanjut.

Fakta-fakta itu, menurut Hidayat, juga harus diperhatikan. “Jadi tidak serta-merta partai nasionalis sekuler dipilih rakyat dan partai agama ditinggalkan rakyat,” ujar Hidayat. Oleh sebab itu PKS berpendapat, survei yang mendikotomikan antara partai Islam dan partai non-Islam adalah menyesatkan dan tidak membantu pendewasaan politik.

Survei LSI Lingkaran bertajuk “Makin Suramnya Partai dan Capres Islam di Pemilu 2014” itu digelar tanggal 1-8 Oktober 2012 dan dirilis Minggu, 14 Oktober 2012, dengan margin of error 2,9 persen. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
kodok_ijo
16/10/2012
Partai Kemulan Sarung, Wagu tur Mbulet
Balas   • Laporkan
toto.prawoto
16/10/2012
hahahahaaaaa..... gak perlu kebakaran jenggot, tenang saja, kalau tahu perubahan bisa terjadi bahkan pada menit2 terakhir kenapa meski ribut?... tenang saja, lakukan konsolidasi, kuatkan barisan, atur strategi,buktikan LSI tidak sepenuhnya benar... hahaha
Balas   • Laporkan
hartawanbeny
16/10/2012
ass.buat PKS harus mnjadikan hal ini lebih kuat dan konsolidasi., positif.harus mengencangkan li,kadernya jangn terlena karena...melemahkan, alhamdulillah adanya hasil LSI menjadikan terus berpacu. lebih lagi, pKS klarifikasi dgn fakta,media bisa jd coron
Balas   • Laporkan
hartawanbeny | 16/10/2012 | Laporkan
media mjdi corong, yg kecil bisa besar dst,
tegalkamulyan
16/10/2012
pada ribut ko..yang duduk di partai juga ga pada ribut,,yang diakar rumput malah ribut..tunggu dan lihat 2014..
Balas   • Laporkan
baloqpokon
16/10/2012
saya tetap yakin PKS akan menjadi pilihan terbaik masyarakat Indonesia di tahun 2014, smg masyarakat tidak salah pilih..
Balas   • Laporkan
baloqpokon | 16/10/2012 | Laporkan
ini survei tidak akan merubah pilihan kami sebagai masyarakat, sebab kita sudah pintar dan tidak bisa dibohongi hasil survey
nobodapro
16/10/2012
SEBAGAI SIMPATISAN PARTA KEADILAN SEJAHTERA, SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH KEPADA LSI, KRITIK ITU SALAH SATU MASUKAN TERBAIK UNTUK SETIAP PARTAI YANG BERNUANSA ISLAM, TENTUNYA UNTUK MEMPERBAIKINYA.
Balas   • Laporkan
baloqpokon | 16/10/2012 | Laporkan
Ini tidak akan melumpuhkan Partai Islam PKS, justru akan semakin memompa semangat untuk segera meraih kemenangan untuk rakyat...
nobodapro
16/10/2012
YANG DI KRITIK ITU "PARTAI-NYA" LOH, BUKAN "AJARANNYA" KOK ?, SAYA JUGA SEORANG MUSLIM ... SAYA KIRA SEHARUS PKS SELAKU PARTAI BERNUANSA ISLAMI, HARUS BERTERIMA KASIH KEPADA LSI, YANG TELAH MEMBUKA "MATA DAN TELINGA", BUKANNYA "KEBAKARAN JENGGOT"
Balas   • Laporkan
baloqpokon | 16/10/2012 | Laporkan
Lembaga Survey tetap harus kita kritisi, jangan kita terima mentah-mentah pak, tetap kedepankan hati nurani , dan jangan mudah terpengaruh... PKS akan tetap berpikir positif dan mohon doanya akan kita menangkan PKS di 2014
lamunkar
16/10/2012
seandainya pks kayak jamannya masih bernama pk dulu (tanpa "s"), hmmm.......jujur saya tetap mendukungmu
Balas   • Laporkan
baloqpokon | 16/10/2012 | Laporkan
PKS tetap masih seperti dulu, skrng era media yang berkuasa, kita jangan mudah terpengaruh beritanya, tetap pilih pks ya... tdk ada yg berubah kok
prima54
16/10/2012
Gue sih berharap 2014 nanti PKS udah bubar. Partai islam kok kelakuannya korup. Buat gue ISLAM YES, PARTAI ISLAM NO !!
Balas   • Laporkan
akkuuur | 17/10/2012 | Laporkan
Buat org yg ngaku Islam tp bersemboyan, Islam Yes partai Islam NO. Kemana doa yg kalian baca: Inni wajjahtu wajhiya..... Kalo dalam berperilaku termasuk berpolitik gak mau berIslam? Logikanya dibalik, kalo berpolitik Islam katakanlah nyolong, bagaimana ka
umarmaya | 16/10/2012 | Laporkan
udah jd pejabat_korup ngaku2 islam lg wk wk....
pejabat_korup | 16/10/2012 | Laporkan
Bro baloqpokon>> Aqidah dan politik jg di kabur-kan bro...jgn mencari dukungan politik dg bersembunyi dibalik aqidah, krn kenyataannya tujuan PKS bukan pemerintahan yg Islami, tapi hanya mendapatkan kekuasaan
levimartian
16/10/2012
Saya muslim dan saya pilih partai islam. Diantara partai2 islam yang ada saya lebih memilih PKS, karena sedikit kasus korupsinya. Terbukti dari partai2 yang ada PKS masih partai terbersih!
Balas   • Laporkan
umarmaya | 16/10/2012 | Laporkan
udah ketahuan jd pejabat_korup tunjuk sana sini lg wk wk....
pejabat_korup | 16/10/2012 | Laporkan
Klo partai yg di dpr ntn bokep itu siapa ya? Apa itu disebut bersih?
baloqpokon | 16/10/2012 | Laporkan
ini bukan klaim, ini nyata pak bahwa PKS anti korupsi--dan akan terdepan melawan korupsi...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog