POLITIK

"Presiden Tak Perlu Suruh Menteri Mundur"

"Presiden berhak mengganti menterinya kapanpun dipandang perlu."

ddd
Jum'at, 20 Juli 2012, 16:38
Presiden SBY memimpin rapat kabinet
Presiden SBY memimpin rapat kabinet (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews - Ketua DPP Partai Golkar Hadjrianto Tohari menilai presiden punya kewenangan penuh atas menteri-menteri sebagai pembantunya. Dengan demikian, menurutnya, presiden tidak perlu meminta menterinya mengundurkan diri.

"Presiden berhak mengganti menterinya kapanpun dipandang perlu," kata Hadjrianto di Jakarta, Jumat 20 Juli 2012. Hal ini menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang minta menteri mundur jika terlalu fokus di partai politik sehingga mengganggu kinerja di kabinet.

Hadjrianto mengatakan, menteri--baik yang berasal dari parpol maupun non parpol--adalah pembantu dan bertanggung jawab kepada presiden. Presiden punya hak prerogatif untuk mengganti mereka jika memang dinilai tidak mampu bekerja dengan baik.

"Walhasil menteri itu posisi politiknya tidaklah kuat: sangat tergantung pada presiden," kata dia.

Oleh karena itu, Hadjrianto menilai seharusnya presiden tidak melempar bola kepada menteri untuk memilih mundur atau tidak. Sebab, bola ada di tangan presiden sendiri. Jika presiden memandang perlu memberhentikan menteri-menterinya tidak boleh seorangpun menolaknya. "Bahkan tidak boleh parpol manapun berkeberatan, merengek-rengek, apalagi protes," kata dia.

Pernyataan Presiden SBY itu, dia menilai, merupakan bentuk menghormati dan merasa tidak enak pada parpol koalisi. Menurutnya, presiden ingin semua parpol punya kesamaan pemikiran bahwa urusan negara harus diprioritaskan dibanding urusan politik. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
vivi.vienna
25/07/2012
Justru yang dilakukan SBY dgn memberikan teguran keras adl tindakan yg menghormati hukum. Pemberhentian secara sepihak itu adl tindakan seorang diktator, dan SBY bukan diktator. Jd wajar jika dia meminta menterinya mengevaluasi diri dan mundur.
Balas   • Laporkan
ilhamhumaira
24/07/2012
MENTERI DI ANGKAT OLEH PRESIDEN DAN PRESIDEN DIANGKAT OLEH PARTAI PARA MENTERI
Balas   • Laporkan
zuhar
23/07/2012
jadi presiden aja koalisi makanya gak berani copot,Ayo rakyat Indonesia jangan pilih Legislatif maupun Presiden yang mempunyai misi kemenangan dengan koalisi partai ini jadi sarang pemerintah korupsi
Balas   • Laporkan
badzmaru23
22/07/2012
payah,,,
Balas   • Laporkan
self
22/07/2012
cemen pak
Balas   • Laporkan
kalex
22/07/2012
RI-1 peraih pedang Adhi Makayasa. Seorang prajurit & seorang panglima tertinggi. tapi lebay nya minta ampun...
Balas   • Laporkan
woro-lanang
21/07/2012
Pak Tohari ini perlu belajar mengenai penggunaan bahasa, mana yg kiasan ,peribahasa, mana yg arti sebenarnya, kalau menurut saya itu teguran, karena menterinya pada mbalelo, atau coba tanya pd rumput yg bergoyang
Balas   • Laporkan
raurusraimu | 22/07/2012 | Laporkan
anda yg seharusnya belajar mas karena sampai kapanpun yg namanya juragan dari dulu bebas mengangkat atau memecat babunya semaunya
aries65
21/07/2012
Pak Presiden, waktu anda berkuasa tinggal 2 tahunan lagi, mumpung bulan puasa, saatnya sekarang berbuat amar ma'ruf nahi munkar. segera ganti menteri yg kerjanya tdk becus. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa anda presiden yang banyak basabasi
Balas   • Laporkan
raurusraimu | 22/07/2012 | Laporkan
itu sudah karakternya dari lahir mas ga bisa dirubah
frogman
21/07/2012
lip service.....ngencing dulu ah....
Balas   • Laporkan
tantokw
21/07/2012
Jangan banyak ngomong pak,kalo berani pecat saja,kan bapak yang ngangkat...percuma sindiran bapak,karena menteri-menteri MUKANYA PADA TEBAL GAK TAHU MALU
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog