POLITIK

Tjatur-PAN: Harga BBM Naik Keputusan Berat

"Yang jelas masyarakat yang masih miskin, 25 persen itu harus dicover betul-betul."

ddd
Kamis, 15 Maret 2012, 11:21
Rencana pemerintah menaikkan harga BBM direspon aksi demo
Rencana pemerintah menaikkan harga BBM direspon aksi demo (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews -- Semalam koalisi menggelar rapat di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan itu dibeber alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Tjatur Sapto Edy mengatakan, poin dari pertemuan adalah untuk mencari alternatif melindungi masyarakat yang terkena dampak langsung apabila BBM jadi dinaikkan. "Apa planning-nya, beasiswa apa ditambahkan, apa yang wajib ditanggung. Yang jelas masyarakat yang masih miskin, 25 persen itu harus dikover betul-betul," kata dia di Gedung DPR RI, Kamis 15 Maret 2012.

Juga dibahas tentang dana infra stimulus yang besarnya Rp30 triliun. Namun, Tjatur mengatakan soal bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) belum diputuskan. "Itu belum kesepakatan dan itu rapat tidak memutuskan karena memutuskan sesuatu di gedung ini, di DPR."

Dalam rapat di Cikeas, Tjatur mengatakan, kenaikan BBM adalah keputusan pemerintah yang sangat berat. "Presiden sampaikan itu keputusan berat buat presiden," kata dia.

Apakah kenaikan harga BBM Rp1.500 opsi tunggal? "Ada yang usulkan lebih dari itu, tapi studi UGM dan UI, yang optimal dikatakan Rp1.500," tambah dia.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, kenaikan harga BBM ini dalam rangka membuat APBN yang sehat dan subsidi tepat sasaran.  "Manakala APBN-P disesuaikan, lantas diperlukan penyesuaian harga BBM. Tapi ini akan berdampak bagi masyarakat luas," katanya.

Karena itu, pemerintah sudah menyiapkan antisipasi dampak sosial dari kenaikan harga BBM. "Koalisi sangat peduli termasuk dampak perekonomian global dan perekonomian nasional," katanya.

Yudhoyono juga mengatakan bahwa partai koalisi pendukung pemerintah yang tergabung dalam sekretariat gabungan (setgab) semua memahami langkah pemerintah menaikkan harga BBM jenis solar dan premium, meski akan berdampak terhadap masyarakat luas. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nesa_gan
15/03/2012
Pemerintah juga tidak mau memberatkan rakyat, tapi gimana lagi negara sedang membutuhkan suntikan dana tanpa harus melalui hutang. Berkorban sebentar, dan berharap nanti lebih baik
Balas   • Laporkan
galang86
15/03/2012
Jelas lah bakalan goyah stabilitas negara, apa-apa jadi naik harganya, skg tinggal pemerintah aja bisa gak ngimbangin kondisi tersebut dengan kebijakan yang pro rakyat?
Balas   • Laporkan
dulkamid
15/03/2012
Kalau dari hitungan nurani, pasti berat. Tapi karena anda politisi, nurani tidak masuk hitungan. Kalau dari hitungan politik, ukurannya wajib ain. Karena anda politisi. Kalau hitungan orang melarat macam saya, tadinya gaji cukup 20 hari, sekarang 15 hari.
Balas   • Laporkan
fan_fan
15/03/2012
Berat apa-nya,,,itu keputusan paling gampang yg dipilih SBY, utk mengurangi/menghilangkan subsidi utk rakyatnya, yg paling berat itu keputusan utk menambah Subsidi utk rakyat.lihat efeknya nanti klo BBM naik semua hrg jd naik, BLT 150rb/bln itu gak cukup
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog