POLITIK

Gerindra Larang Anggota Masuk Ruangan Rp20 M

"Buat Partai Gerindra, masuk saja kita larang, apalagi duduk di dalam ruang sidang itu."
Selasa, 17 Januari 2012
Oleh : Elin Yunita Kristanti, Mohammad Adam
Ruang Banggar DPR Rp20 miliar

VIVAnews -- Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, melarang anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dari fraksi partainya untuk memasuki ruang rapat yang baru. Ruangan yang megah itu memakan biaya Rp20 miliar.

Ruang rapat itu, menurut Muzani, masih menjadi masalah yang belum dapat dijelaskan. Publik, menurut dia, sangat menyoroti kejanggalan renovasi ruang rapat baru untuk Banggar tersebut.

Oleh karena itu, Muzani menyerukan kepada anggota fraksi partainya yang duduk di Banggar agar tidak memasuki ruang bermasalah tersebut.

"Bisa saja kami memerintahkan anggota kami jangan sekali-sekali duduk di ruangan itu, yang duitnya tidak jelas," ujar Muzani di DPR RI, Jakarta, Selasa 17 Januari 2012.

Sekarang, menurut Muzani, persidangan Banggar memang belum intensif. Diperkirakan pada bulan April mendatang intensitas rapat Banggar akan tinggi.

"Buat Gerindra masuk saja kita larang, apalagi menduduki dalam sidang, karena masih banyak ruangan," kata Muzani.

Muzani menambahkan, perihal serupa mengenai proyek renovasi dan pembangunan berbiaya tinggi dan mendapat sorotan publik ini tidak boleh terjadi lagi di masa mendatang.

Menurutnya, sebagai lembaga publik DPR mesti dapat menjadi contoh pelaksanaan akuntabilitas dan transparansi anggaran. "Masyarakat kadang-kadang ingin menjadikan DPR prestise-nya lebih tinggi dari eksekutif. Dituntut oleh masyarakat bahwa DPR harus jadi contoh itu, karena yang duduk di DPR adalah orang-orang pilihan rakyat, yang beda dengan eksekutif, mereka ditunjuk," kata Muzani.

Oleh karena itu, menurut Muzani, para wakil rakyat di DPR mesti melakukan pembenahan ke depan. "Ke depan harus betul-betul diseriusi, yang di BURT ada koordinasi, pengganggaran yang diusulkan alat kelengkapan disesuaikan kebutuhan, jangan salinf melempar. Semua bilang tidak tahu tapi proyek terlaksana," kata Muzani. (ren)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found