TUTUP
TUTUP
POLITIK

Audit Forensik Century, PD Sindir Politisi

"Intinya kami mendorong dan mendukung, karena Demokrat juga berkepentingan,"
Audit Forensik Century, PD  Sindir Politisi
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (ANTARA/ Andika Wahyu)

VIVAnews - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyindir sejumlah politisi yang sinis terhadap hasil audit forensik Badan Pemerika Keuangan (BPK) tentang aliran dana talangan kepada Bank Century sebesar Rp6,7 triliun.

"Menurut saya audit BPK harus harus adil dan konsisten. Jangan ketika hasil audit cocok dengan kepentingannya, audit itu dipuji-puji. Sebaliknya, jika kurang cocok dengan kepentingannya, audit itu dipersoalkan dan dipertanyakan," kata Anas di Jakarta, Sabtu 24 Desember 2011.

Anas mengungkit, pada 2009 hasil audit BPK dipuji-puji mayoritas anggota DPR, bahkan dijadikan kitab suci. Bahkan, audit itu menjadi landasan kerja pansus Angket Century DPR. "Begitu keluar hasil audit forensik, kok dipertanyakan. Hasil panitia angket profesionalitasnya dipertanyakan, hasilnya dipertanyakan. Menurut saya jadi kurang fair," ujarnya.

Ketika pansus Hak Angket berjalan, pandangan atas hasil audit BPK antara DPR dan Pemerintah berseberangan. DPR menjadikan landasan kerja, sementara pemerintah, ketika itu disuarakan Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani, mempertanyakan akurasinya.

Menurut Anas, partainya menghargai hasil audit forensik BPK itu. Selain itu, Demokrat juga mendukung audit BPK sebagai lembaga yang diberi tugas oleh konstitusi untuk menjalankan fungsi audit.

"Intinya kami mendorong dan mendukung karena Demokrat juga berkepentingan, agar kasus bank century ini segera tuntas," ujarnya.

Anas menyakini kebijakan dana talangan untuk Bank Century pada 2008 bukan kesalahan. Bahkan, hal itu menyelamatkan perekonomian nasional sehingga tidak terimbas krisis global. "Kami yakini bahwa pertama, bailout Century adalah kebijakan. Yang kedua, faktanya Indonesia tidak mengalami krisis ekonomi. Yang ketiga, saya yakin dengan tidak adanya krisis ekonomi tahun 2008, itu juga punya kontribusi yang membuat Indonesia masuk investment grade setelah 14 tahun menunggu," ujarnya.

Menurut dia, fakta-fakta tersebut harus dipertimbangkan dalam menilai kasus bank century. "Tapi ketika ada yang melakukan tindak pidana mencuri uang negara, kami sepenuhnya mendukung untuk memproses secara adil," ujarnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP