POLITIK

Amir: Anas yang Usulkan Nazaruddin ke Cikeas

Partai Demokrat meluruskan perihal pertemuan antara SBY dan Nazaruddin di Cikeas.
Kamis, 1 Desember 2011
Oleh : Eko Huda S, Dedy Priatmojo
Sidang perdana M Nazaruddin di Pengadilan Tipikor

VIVAnews - Partai Demokrat meluruskan perihal pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Muhammad Nazaruddin di Cikeas pada 23 Mei 2011. Pertemuan itu merupakan kelanjutan pemeriksaan yang dilakukan Ketua Umum Anas Urbaningrum terhadap bekas bendahara umumnya tersebut.

"Dalam rangka mendengarkan laporan anggota DK, Anas yang diberikan tugas memeriksa Nazar dan memberitahu Nazar agar dia mengundurkan diri sebelum DK mengambil keputusan, sebelum hasil pemeriksaan DK keluar," kata Sektretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Kamis 1 Desember 2011.

Menurut Amir, pada 22 Mei, Anas mengusulkan agar SBY berkenan menerima Nazaruddin. Pasalnya, saat pemeriksaan, Nazar sempat mengatakan akan mematuhi apapun keputusan dewan kehormatan partai asal bisa bertemu dewan pembina. "Asalkan bisa ketemu, dia akan patuhi keputusan itu," kata Amir.

Atas usulan itu, SBY selaku ketua dewan pembina partai sebenarnya merasa keberatan. SBY bertanya apakah perlu menemui Nazaruddin. "Tapi kami, DK, ada satu isyarat Nazar akan patuh kepada dewan pembina dan saran dari angota DK, akhirnya SBY sepakat dengan syarat DK hadir di situ, dengan alasan yang menerima bukan BY sendiri, tapi DK secara lengkap," ujar Amir.

"Ini meluruskan kembali bahwa pertemuan di Cikeas itu apa yang saya sampaikan tadi. Kami tidak tahu saat malamnya Nazar sudah ke Singapura, kami tidak pernah menduga hal itu, kalau menghubung-hubungkan saya kira dari penjelasan kami saya kira sudah clear."

Sebelumnya, usai persidangan perdanyanya, Muhammad Nazaruddin mengaku, selama menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia hanya ditanyai seputar pelariannya ke luar negeri bukan soal Wisma Atlet.

Itu pun tidak secara keseluruhan. "Tanggal 23 Mei saya dipanggil ke Cikeas oleh Pak SBY dan pengurus Demokrat, terus saya berangkat ke Singapura. Tapi kenapa itu tidak ditanyakan," kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 30 November 2011.

Tanggal 23 Mei diketahui adalah hari dimana dirinya mulai meninggalkan Indonesia ke Singapura. Pelariannya akhirnya berakhir di Bogota, Kolombia.

Nazaruddin mengatakan banyak hal yang ditutup-tutupi oleh penyidik KPK. Dia menceritakan, pertanyaan penyidik bukan soal pertemuan di Cikeas sebelum pergi ke Singapura, melainkan langsung soal kepergiannya ke Singapura. "Di-skip saja yang ditanyakan dari Singapura. Jelas ada yang ingin ditutup-tutupi," tambah dia. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found