POLITIK

Lima Indikator Pemilu Berkualitas Versi SBY

"Khusus bagi young democracy, keberhasilan Pemilu juga tercermin dari ketertiban Pemilu."
Senin, 3 Oktober 2011
Oleh : Arfi Bambani Amri, Fadila Fikriani Armadita
Presiden SBY saat mencontreng di Pemilu 2009

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Konferensi Komisi Pemilihan Umum se-ASEAN. Dalam sambutannya, SBY menyatakan ada lima hal yang menjadi indikator pemilu yang berkualitas.

Pertama, kata SBY, sistem Pemilu yang tepat. Menurut dia, Pemilu harus mencerminkan sistem yang free dan fair. "Kedua, kelembagaan penyelenggara pemilu yang kredibel," kata SBY, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin 3 Oktober 2011

Hal ketiga, manajemen Pemilu. Dalam hal ini, pelaksanaan, penghitungan suara dan pengawasan pemilu yang benar dan efektif.

Keempat, ucap Yudhoyono, kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Kelima, "Khusus bagi young democracy, keberhasilan Pemilu juga tercermin dari ketertiban Pemilu, tanpa kekerasan dan aksi anarki," kata dia.

Dari forum ini, SBY mengharapkan peserta dapat bertukar pengalaman dan pandangan terkait pemilihan umum di setiap negara. "Bukan saling mendikte dan memaksakan pendapatnya," kata pemenang Pemilihan Presiden 2004 dan 2009 itu.

Yudhoyono juga menyampaikan, proses  pemilihan umum di Indonesia, terutama sejak 13 tahun lalu, masa Reformasi telah berlangsung sukses. "Alhamdulillah, dalam era baru ini Indonesia telah melaksanakan tiga kali pemilu," ujarnya.

Ketiganya berjalan secara damai, bebas, adil, dan tertib. Menurut dia, hasil perolehan ketiga pemilu tersebut telah mencerminkan kehendak masyarakat. "Tentu saja pemilu-pemilu tersebut juga memiliki tantangan dan permasalah yag tidak sedikit," ucap Yudhoyono.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found