POLITIK

Yuddi Chrisnandi: Demokrat 'Naksir' Al-Zaytun

"Kalau mau masuk (Al-Zaytun - red), tidak usah pakai tuding sana tuding sini."

ddd
Rabu, 4 Mei 2011, 12:57
Wiranto buka rapat hanura
Wiranto buka rapat hanura (Antara/ Yusran Uccang)

VIVAnews - Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Yuddi Chrisnandi mengatakan isu kedekatan Wiranto dengan pesantren Al-Zaytun tak berdasar. Menurut dia, isu itu sengaja disebar untuk merubah afiliasi politik pesantren pimpinan Panji Gumilang tersebut.

"Ini kan seperti psy-war supaya Al-Zaytun mengubah garis politiknya,' kata Yuddi saat berbincang dengan VIVAnews.com, Rabu 4 Mei 2011.

Menurut Yuddi, pada dasarnya Al-Zaytun adalah salah satu pendukung Partai Golkar. Sehingga, pada pemilihan umum 2004, pasangan presiden dan wakil presiden yang diusung Golkar waktu itu, Wiranto-Solahudin Wahid menang di Al-Zaytun. "Karena Wiranto kan calonnya Golkar dan pemilu-pemilu sebelumnya juga kan Al-Zaytun itu Golkar,' kata dia.

"Golkar itu kan (dulu) partai pemerintah, jadi Al-Zaytun ini mendukung pemerintah sebenarnya kan."

Namun, kondisi politik di Indonesia saat ini telah berubah. Golkar, bukan lagi sebagai partai penguasa. Sekarang, Demokrat lah yang menjadi 'partai pemerintah'.  "Sekarang pemerintahnya Demokrat dan Al-Zaytun masih Golkar," kata dia.

Meski dituding sebagai basis gerakan Negara Islam Indonesia (NII), Al-Zaytun tampaknya justru menarik perhatian banyak partai. Pasalnya, Al-Zaytun memiliki ribuan santri dan banyak jaringan yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Sebuah potensi menarik buat partai politik untuk kantung perolehan suara dalam pemilihan umum.

Yuddi pun menuding jika isu-isu yang dianggapnya tak berdasar itu sengaja dikeluarkan untuk mendapatkan suara Al-Zaytun dalam pemilu mendatang. Mantan politisi Golkar yang menyeberang ke Hanura itu mengatakan Demokrat ingin menggantikan posisi Golkar di Al-Zaytun. "Mungkin saja Demokrat ingin Al-Zaytun jadi Demokrat. Ya bicara saja terus terang, tidak usah tembak sana tembak sini," kata dia.

"Ini kan seperti politik belah bambu untuk bisa masuk. Kalau mau masuk, ya masuk sajalah, tidak usah pakai tuding sana tuding sini. Ya rebutlah supaya dia bersimpati pada partai politik pemerintah."

Sebelumnya dikabarkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Sekjen Demokrat Edhy Baskoro, dan sejumlah petinggi Partai Demokrat belum lama ini mengunjungi Pondok Pesantren Al-Zaytun. Demokrat bahkan mengakui telah memberikan sumbangan dana ke pesantren ini. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
varduxx
13/07/2011
Berantas NII atau kita sepakati saja Indonesia adalah NII. biar jelas sekalian!
Balas   • Laporkan
prasetyoono
04/05/2011
sepertinya semua politisi berusaha dekat dgn al-zaytun... sekali tepuk, 100-an ribu suara masuk kantong.... tergantung... wani piroo?
Balas   • Laporkan
syarif123
04/05/2011
Bosan dengerin politik,,,bagi para politikus jual ja negara ne biar orang miskin pada mati.
Balas   • Laporkan
dicky_dancuk
04/05/2011
begitulah politik....bohongya tiada akhir..kan namanya juga politik
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog