TUTUP
TUTUP
POLITIK

Roy Suryo: Jangan Lebay Tanggapi WikiLeaks

"Jangankan WikiLeaks, situs Wikipedia saja informasinya belum tentu dapat dipercaya."
Roy Suryo: Jangan Lebay Tanggapi WikiLeaks
Roy Suryo (kiri) bersama anggota Komisi I DPR lainnya (Antara/ Rosa Panggabean)

VIVAnews - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi luar negeri, Roy Suryo, meminta masyarakat tidak berlebihan menanggapi bocoran Wikileaks yang terkait Indonesia. "Tidak usah lebay atau berlebihan menanggapi WikiLeaks," kata Roy di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 15 Desember 2010.

Ia menyatakan, situs-situs whistle blower semacam WikiLeaks sangat subjektif karena sumbernya sepihak. "Jangankan WikiLeaks, Openleaks, atau Indoleaks, situs Wikipedia saja informasinya belum tentu seratus persen dapat dipercaya karena bisa di-up load oleh siapa saja," ujar politisi Partai Demokrat itu.

Terkait bocoran terbaru WikiLeaks yang menyinggung Presiden SBY, Roy pun tidak ambil pusing. "Lebih baik kita bersikap progresif dan berpikir ke depan untuk Indonesia. Tidak usah ikut-ikutan yang lain," kata Roy.

Seperti diberitakan oleh harian Australia, Sydney Morning Herald, salah satu bocoran WikiLeaks mengungkapkan memo diplomatik pejabat Kementerian Luar Negeri Australia, Peter Woolcott, yang menyatakan bahwa Australia puas dengan situasi di Indonesia sebagai mitra terpenting di kawasan, dan berharap SBY kembali terpilih pada Pemilu 2009 lalu.

"Yudhoyono yang diharapkan Australia terpilih kembali, telah memberikan kerjasama kelas satu dalam antiterorisme," kata Woolcott. Sebaliknya, Australia memberikan penilaian negatif terhadap negara-negara tetangga lainnya di kawasan seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Myanmar, yang digambarkan sedang dalam situasi politik yang kacau.

Meskipun Roy tidak ambil pusing dengan bocoran WikiLeaks tersebut, namun ia tak memungkiri bahwa hal tersebut bisa menimbulkan dampak yang tak diinginkan. "Komisi I akan mengingatkan Kementerian Luar Negeri agar lebih waspada terhadap hal-hal semacam ini," katanya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP