POLITIK

Ini Negara Termiskin dan Terkorup di Dunia

Sudah miskin, korup pula. Ini label yang dilekatkan pada Transparency International

ddd
Selasa, 26 Oktober 2010, 17:40
Warga kelaparan di Somalia, Afrika
Warga kelaparan di Somalia, Afrika (godsdirectcontact.org)

VIVAnews - Transparency International (TI) yang berbasis di Berlin, merilis indeks persepsi korupsi (IPK) dari 178 negara dunia tahun 2010. Pada indeks tersebut, Somalia menempati peringkat terbawah dengan IPK terendah dalam tingkat korupsi.

Negara multi pemerintahan yang saling bertikai ini memiliki IPK 1,1 dari skala 0-10. Hal ini menandakan negara ini adalah negara paling korup di dunia. Somalia menempati peringkat 178, terbawah dari semua negara yang ada.

Somalia tidak memiliki pemerintahan nasional yang efektif. Terdapat sedikitnya empat pemerintahan pada negara tersebut yang kesemuanya bertikai. Pemerintahan yang diakui oleh masyarakat internasional adalah “Pemerintahan Transisi Nasional” yang saat ini dikepalai oleh Sheikh Sharif Sheikh Ahmed.

Negara peringkat kedua dan ketiga dari bawah pada IPK adalah Myanmar dan Afghanistan. Sementara itu, negara terbersih dari korupsi pada tahun 2010 adalah Denmark, Selandia Baru dan Singapura.

Pada peringkat negara-negara terkorup, Rusia menempati peringkat ke-154. Sementara itu, peringkat Italia turun ke tempat ke-67, di bawah Rwanda.

Chili dan Uruguay adalah negara paling tidak korup di Amerika Latin berdasarkan laporan dari TI. Peringkat teratas negara-negara Timur Tengah adalah Qatar. Sementara itu, peringkat teratas untuk negara-negara Afrika adalah Botswana.

TI menyimpulkan bahwa beberapa negara menjadi korup dalam beberapa tahun terakhir, terutama Ceko, Hungaria, Italia dan Amerika Serikat.

Transparansi Internasional yang berdiri pada tahun 1993 adalah organisasi non-pemerintah bertugas untuk mengawasi korupsi perusahaan dan politik. Sistem IPK pertama kali diperkenalkan oleh TI pada 1995 dan langsung menjadikan TI dan masalah korupsi masuk dalam agenda kebijakan internasional.

Menurut ketua Transparansi Internasional, Huguette Labelle, dalam mengatasi korupsi, penegakan hukum sangat diperlukan. Namun, ujarnya, penegakan hukum tidak akan tercipta tanpa adanya pemerintahan yang kuat.

“Dengan mempertaruhkan banyak rakyat, komitmen anti-korupsi pemerintah, transparansi dan dan akuntabilitas harus seiring dengan tindakan mereka. Pemerintahan yang baik adalah bagian penting dari solusi perubahan kebijakan global yang dihadapi banyak pemerintah saat ini,” ujar Labelle seperti dilansir dari laman BBC. (hs)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
joeco
12/04/2011
LAGU UTK KORUPTOR : POTONG TANGANNYA SEKARANG JUGA.. GANTUNG LEHERNYA SEKARANG JUGA...
Balas   • Laporkan
ichsan373
10/01/2011
bersyukurlah kawan... berkat gayus.. indonesia bisa bersanding dengan somalia....
Balas   • Laporkan
grund
10/01/2011
indonesia di 175.. lak yo poda wae jek..
Balas   • Laporkan
najib djafar
10/01/2011
wow, ternyata masih ada negara di bawah Indonesia.......
Balas   • Laporkan
Om Sammy
08/11/2010
Seharusnya ada kurikulum menganai definisi, bahaya dan haramnya korupsi mulai tingkat TK sampai perguruan tinggi serta peran aktif para pemuka agama utk terus menerus menekankan bahwa korupsi itu haram adanya.
Balas   • Laporkan
zicomanipo
04/11/2010
pejabat2 Indonesia kan pejabat2 yg baik...jarang korupsi ...karena ga' ketahuan atau oknum penegak nya emang kena suap..kita semua pasti dah tau jawaban nyawkkwkwkk
Balas   • Laporkan
edane
27/10/2010
Sebetulnya Indonesia dapat peringkat TERKORUP, namun karena TI-nya berhasil disuap orang RI (RI kan jagonya suap) maka peringkat RI bisa dinego ulang, hihihi....
Balas   • Laporkan
BIJILOE
27/10/2010
HANYA SATU SANJATA YG AMPUH UNTUK MEMBINASAKAN PARA KORUPTOR YAITU : DI HUKUM MATI (Tanpa terkecuali siapa dia ).
Balas   • Laporkan
nur
27/10/2010
ya , asal manusia indonesia terutama muslimnya takut sama dosa pasti indonesia akan maju , kan 80% muslim kan , dan ingat dunia hanya terminal bukan tujuan
Balas   • Laporkan
yasa
27/10/2010
kita masih bersyukur dapat peringkat 110. mau tahu biar dapat juara? nih: transparansi, Reformasi birokrasi, perbaikan penghasilan dan disiplin. yakin indonesia tercinta peringkat ke - 4.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru