POLITIK

Jampidus: Tidak Semua Orang Bisa Jadi Saksi

M Amari menjawab keinginan Yusril Ihza Mahendra untuk menghadirkan sejumlah nama.

ddd
Jum'at, 1 Oktober 2010, 15:32
 
  (Antara/Rosa Panggabean)

VIVAnews - Mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra berencana menghadirkan beberapa orang sebagai saksi yang meringankan dirinya dalam kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum atau Sisminbakum. Mereka antara lain mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Mantan menteri Ekonomi, Keuangan, dan Industri Kwik Kian Gie.

Keinginan Yusril ini dijawab Jaksa Agung Muda (JAM) Tindak Pidana Khusus, M Amari. Dia mengatakan, tidak bisa sembarangan orang bisa dipanggil sebagai saksi. "Asalkan orang diajukan lalu dipanggil? Ya kan nggak juga," kata Amari di Kejaksaan Agung, Jumat 1 Oktober 2010.

Saksi, jelas Amari, harus memenuhi syarat dan ketentuan agar bisa dipanggil dalam penyidikan satu kasus, yakni orang yang melihat sendiri, mendengar sendiri, atau mengalami sendiri.

"Kalau orang tidak mengalami, tidak tahu sama sekali diajukan sebagai saksi yang meringankan itu, bagaimana bisa jadi saksi?"

Selain nama di atas, Yusril juga melontarkan keinginannya untuk memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai saksi meringankan.

Yusril berargumen, Presiden SBY baru memasukkan akses Sisminbakum sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) setelah Romly Atmasasmita (mantan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Depkumham) dipidana oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2009.

"Berarti sebelum tahun 2009, biaya akses itu memang bukan PNBP. Saya sendiri berhenti menjadi Menteri Kehakiman dan HAM 20 Oktober 2004," ujar Yusril.

Namun, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi meminta Yusril tidak menarik Presiden SBY dalam pusaran kasus ini.(ywn)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
hilal
16/10/2010
sebagai orang awan terutama dalam bidang huku, saya mo bertanya, apakah sdah ada perubahan mengenai "posisi seseorang sama di mata hukum"
Balas   • Laporkan
wong eling
13/10/2010
sesungguhnya salah satu orang yang paling duluan masuk neraka adalah jaksa dan hakim yang tidak jujur ..... amiiiiiin... tobat Pak usia dah uzur bau tanah kuburan ........ siap....siap .....
Balas   • Laporkan
basirudin
04/10/2010
Hehehehehe.............ekornya keliatan tuh pak....... Tolong jangan sembunyikan ekornya tuh........ Kesian amat negeri ini punya penegak hukum kelas teri bonyok ama punya pemimpin yang menganggap dirinya adalah PENGUASA.
Balas   • Laporkan
nur
04/10/2010
Bilang aja gak berani panggil SBY. Gitu aja koq mbulet !!!! Semua juga tau koq, anda pasti tidak berani panggil SBY. Gitu aja pake alasan macam2. Bosan ah ... ABS !!!
Balas   • Laporkan
KEMAS MAMAN
03/10/2010
Bearti kalo terima uang "haram" 4 mata saja,biar tidak ada saksi,menyerahkannya juga cash and carry TIDAK TERDETEKSI....begitu...khan Pak Jampidsus yang "bersih"...
Balas   • Laporkan
marsadi
03/10/2010
siapapun sebagai warga negara bisa jadi saksi, termasuk presiden sebagai warga negara. keadilan tidak ada pandang buluh lebih2 sebagai saksi demi tegaknya keadilan. jadi jangan di tahan2 p'sudi. belajar kisah pedang Ali Bin Abithalib Ya....??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id