POLITIK

PKS: Konflik Bermunculan, Perlu Kapolri Baru

"Perlu ada konsolidasi segera di kepolisian untuk meningkatkan keamanan," kata Sekjen PKS

ddd
Kamis, 30 September 2010, 11:23
 
  (Antara/ Rosa Panggabean)

VIVAnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengimbau kepolisian segera melakukan konsolidasi internal terkait upaya untuk memelihara ketertiban dan keamanan di masyarakat. Konflik internal menjelang pemilihan Kapolri, menurut Anis, mesti ditinggalkan agar keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat tidak terabaikan.

Jika terlalu lama tanpa kejelasan pengganti Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Anis khawatir berbagai konflik di masyarakat akan terus bermunculan. "Perlu ada konsolidasi segera di kepolisian untuk meningkatkan keamanan di tingkat masyarakat dengan segera menetapkan Kapolri," kata Anis di gedung DPR, Jakarta, Kamis 30 September 2010.

Sepanjang konflik-konflik internal di Polri masih banyak, maka Kepolisian menurutnya tidak akan fokus dengan pekerjaannya menjaga keamanan masyarakat. Kasus benturan di masyarakat seperti di Tarakan dan Jakarta kemarin bisa terjadi di tempat lain.

"Sekarang kita ada isu teroris, ada premanisme jalanan, kita kembali lagi pada persoalan-persoalan yang dulu sebenarnya sudah pernah teratasi," kata Anis.

Khusus terkait dengan bentrokan massa di PN Jaksel usai sidang kasus Blowfish kemarin, Anis meyakini bahwa sebenarnya polisi sudah mengetahui kelompok yang bertikai. "Kelompok itu kan sudah teridentifikasi lama di kepolisian, polisi tahu kok masalah mereka ini, dan bukan tidak bisa mengatasinya, tapi tidak menjadi
perhatiannya. Itulah masalahnya," kata Anis.

Oleh karena itu menurut Anis -seperti yang sudah pernah disampaikannya sebelumnya- Kapolri mendatang mesti tokoh yang terbebas dari konflik-konflik kepentingan di internal. "Kalau dia bagian dari konflik yang sekarang ada di tubuh kepolisian, dia nanti tidak akan bisa mengatasi masalah," kata Anis.

Namun Anis enggan menjawab desakan wartawan mengenai siapa sebenarnya tokoh yang dimaksudkannya itu. "Anda pasti lebih tahu," kata Anis.

Dalam beberapa hari kemarin, terjadi eskalasi kekerasan massa di Tarakan, Kalimantan Timur, dan di Jalan Ampera, Jakarta Selatan. Kedua kekerasan ini membuat beberapa orang tewas.

Masa jabatan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri berakhir pada akhir Oktober ini. Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru berencana menyerahkan nama calon Kapolri pada 3 Oktober ini ke DPR.(ywn)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog