POLITIK

"Kenaikan Gaji PNS Harusnya Tak Usah Disebut"

Rencana kenaikan gaji PNS/TNI yang disebut dalam pidato SBY bisa memicu inflasi.

ddd
Selasa, 17 Agustus 2010, 11:39
Megawati Soekarnoputri pidato
Megawati Soekarnoputri pidato (Antara/ Nyoman Budhiana)

VIVAnews - Pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemarin menyebut soal kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan prajurit TNI. Pidato presiden terkait kenaikan gaji itu mendapat kritik pedas dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Dengan disebutkannya kenaikan gaji itu justru akan memancing problem masalah perekonomian. Melalui kenaikan-kenaikan harga yang sekarang saja sudah sangat tidak bisa dihentikan," kata Megawati.

Hal itu disampaikan Megawati Soekarnoputri usai menghadiri upacara pengibaran bendera Hari Ulang Tahun RI ke-65 di Kantor Pusat PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa 17 Agustus 2010.

Megawati khawatir, pernyataan SBY dalam pidato soal kenaikan gaji itu bisa memicu inflasi dan  defisit yang semakin membengkak. Kalau itu sudah terjadi, Megawati bertanya, apa yang harus dilakukan?

"Tadi saya sebutkan, dengan kenaikan gaji harusnya dihitung dulu secara lebih baik. Apakah hanya dengan suatu kenaikan yang saya lihat dan kita ketahui," tanya mantan Presiden sebelum SBY ini.

Apalagi, kata Megawati, saat ini jumlah PNS mencapai 4 sampai 5 juta orang.

Dalam pidato SBY disebutkan, pemerintah berencana menaikkan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil/Tentara Nasional Indonesia/Polisi dan pensiunan rata-rata 10 persen. Pemerintah juga tetap akan memberikan gaji bulan ke-13 bagi PNS/TNI/Polri dan pensiunan.

Melalui kebijakan ini, penghasilan PNS dengan pangkat terendah, meningkat dari Rp1,89 juta menjadi sekitar Rp2 juta. Khusus bagi guru dengan pangkat terendah pendapatannya meningkat dari Rp2,5 juta menjadi  Rp2,65 juta.

"Perbaikan pendapatan itu diharapkan agar para guru dapat melaksanakan tanggungjawabnya sebagai pendidik generasi mendatang bangsa," kata Presiden dalam pidatonya kemarin.

Sementara itu, bagi anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah, penghasilannya meningkat dari Rp2,5 juta menjadi Rp2,62 juta.

Dalam pidato kemarin, SBY juga mengatakan pemerintah akan menjaga defisit anggaran pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011 sebesar Rp115,7 triliun.

Jumlah ini turun Rp18,1 triliun atau sekitar 13 persen dari target defisit anggaran dalam APBN-Perubahan 2010 sebesar Rp133,7 triliun atau 2,1 persen terhadap produk domestik bruto.

"Target defisit ini 1,7 persen terhadap PDB," kata Presiden SBY saat Pidato Kenegaraan di depan DPR, di Jakarta, kemarin. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Schwachsinn
09/10/2010
Seharusnya setiap pengeluaran dan pemasukan harus diberitakan agar rakyat tahu uangnya dikemanakan saja. Dan seharusnya untuk semua rakyat Indonesia jangan hanya golongan tertentu yang diurus, karena dgn demikian semua rakyat tidak akan makmur!
Balas   • Laporkan
jabrix
27/08/2010
sabar.....kembali ke laptop...eeee salah kembali ke jalanyang benar, kita dukung yang dah baik dan kita berusaha untuk tidak menjatuhkan lawan politik dengan cara yang cemen ga baik apalagi cari popularitas malah jadi ga populer lagi....xi...xi...i
Balas   • Laporkan
faisal
20/08/2010
biasakan kalo dah nenek2 dah cerewet.merasa diri paling bener.pdahal dlu prestasinya NOL besar.masih mo nyalon presiden lagi nek....??malu ah dah 2X nyeruduk tapi mental terus
Balas   • Laporkan
cimol
18/08/2010
bu mega msh dendam tuh ama pa sby bisanya jelek"in mulu ngaca dong bu
Balas   • Laporkan
rahmah khairun nisa
18/08/2010
kita ini sedang beribadah dibulan suci, kok ngejeleki orang lain mestinya koreksi diri yang bener mah, nanti kalau di alam sana (akhirat) maksudnya, sampean termasuk orang yang bangkrut, nuwun sewu lho bu ini kalau mau dahar atur kawulo
Balas   • Laporkan
Irvan Fauzie
18/08/2010
Gak orang besar gak orang kecil semuanya cuma komentar aja.... mending lakukan yang terbaik buat negara aja... jangan ngandelin pemerintah, jangan suka jelek2in... semuanya g ada yang bener
Balas   • Laporkan
satriasantana
18/08/2010
huh cape deh..denger komentar trs, maaf bukan ngajarin seharusnya para mantan presiden itu bo ya ngsih contoh yg bener...krn dulu jug ibu di posisi yg sama jadi tahu apa yg sesunggunya terjadi jgn pula merasa org yg paling pinter....
Balas   • Laporkan
sadar
18/08/2010
oposisi sih oposisi..., tp yg obyektif dong. Ingat ya, masyarakat jengah lho dg komentar dr yg sangat terhormat MANTAN PRESIDEN ini. Jngn gembosi partaimu dg kalimat caper gitu deh. Ntar mrk lari semua. Ketua kok penggembos sih??? Maaf.
Balas   • Laporkan
sadar
18/08/2010
oposisi sih oposisi..., tp yg obyektif dong. Ingat ya, masyarakat jengah lho dg komentar yg sangat terhormat MANTAN PRESIDEN ini. Akibatnya, pengikutnya tambah mengecil. Jangan gembosi partaimu dg kalimat caper gitu deh. Ntar mrk lari semua. Ketua kok pen
Balas   • Laporkan
NILO
18/08/2010
ah ibu2... bisa nya kritik doang
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog