TUTUP
TUTUP
POLITIK

Demokrat Bantah Jegal Nasdem Lewat PT

Ide penyederhanaan partai ini juga bukan sama sekali untuk mengganjal partai-partai kecil.
Demokrat Bantah Jegal Nasdem Lewat PT
Ketua DPP Partai Demokrat, Max Sopacua (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Partai Demokrat punya empat ide untuk penyederhanaan partai, salah satunya dengan peningkatan parliamentary treshold (ambang batas minimal perolehan suara parpol untuk lolos parlemen). Demokrat membantah ide ini untuk menjegal ormas Nasional Demokrat (Nasdem).

"Bagaimana kita mau mencampuri urusan Nasdem. Tidak ada niatan ke sana ide menyetujui penyederhanaan partai," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua dalam perbincangan kepada VIVAnews, Minggu 16 Agustus 2010.

Max mengatakan, dalam negara bersistem presidensial, jumlah partai itu tidaklah banyak. Kondisi yang terjadi di Indonesia itu menuntut adanya penyederhanaan partai.

Dengan begitu, pengambilan keputusan terutama di parlemen tidak akan berlarut-larut. Posisi keberpihakan partai juga semakin jelas. Koalisi dan oposisi. Demokrat membantah ide ini menguntungkan partai  besar.

"Bagaimana bisa menjadi keuntungan partai besar? Sama sekali tidak. Itu hitungannya darimana? Kalau partai besar ini bergabung dengan yang kecil, itu ya sama juga jadinya," jelas wartawan senior TVRI ini.

Max menekankan, ide penyederhanaan partai ini juga bukan sama sekali untuk mengganjal partai-partai kecil. Karena, semua warga negara memiliki kesamaan hak dalam berpolitik.

"Membuat partai baru itu sah-sah saja. Tidak ada larangan. Tapi apakah nanti mampu melakukan persaingan ketika ormas itu sudah menjadi partai," jelas dia.

Sebelumnya, Pengurus Pusat Nasdem menganggap ide menaikkan parliamentary threshold sebagai upaya menjegal munculnya partai politik baru.

"Itu upaya menjegal Nasdem," kata Ketua Bidang Kebijakan dan Partisipasi Publik Nasdem Pusat Zulfan Lindan dalam Renungan Kemerdekaan 65 Tahun RI di Tebet, Jakarta, Jumat, 13 Agustus lalu.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP