POLITIK

Pilkada Rusuh, SBY Minta Kandidat Diperiksa

"Siapa tahu kandidat dan tim suksesnya terlibat dalam menggerakkan aksi kekerasan."

ddd
Kamis, 5 Agustus 2010, 10:56
Presiden SBY
Presiden SBY (R Rekotomo)

VIVAnews - Banyaknya kerusuhan akibat pemilihan kepala daerah (pilkada)  menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di hadapan Gubernur saat Rapat Kerja Kabinet dengan Daerah di Istana Bogor, Kamis 5 Agustus 2010.

Presiden pun meminta Gubernur melakukan pencegahan sebelum kekerasan terjadi. "Saya minta atensi Gubernur dan Menteri terkait. Lakukan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan," kata SBY.

Ketika sudah terjadi kekerasan, SBY meminta agar jangan sampai rakyat diprovokasi melakukan kekerasan. "Perlu dilakukan sanksi bagi mereka yang bertanggung jawab," ucap Presiden.

Bahkan Presiden meminta agar kandidat dan tim sukses diperiksa apabila terjadi kekerasan. "Siapa tahu kandidat dan tim suksesnya terlibat dalam menggerakkan aksi kekerasan seperti itu," ujarnya.

Tindak tegas perlu dilakukan agar tidak menjadikan rakyat sebagai korban. "Ini tidak baik karena korbannya rakyat dan apa yang kita bangun," kata dia.

Pelaksanaan pilkada yang berakhir dengan kericuhan antara lain terjadi di sejumlah kabupatan di Sulawesi Selatan, NTB, dan Papua. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bah..
05/08/2010
Komentar yang selalu terlambat, bung...!!!! BASIIII....
Balas   • Laporkan
cantika
05/08/2010
hampir semua pilkada selalu berakhir ricuh pak ... murid belajar dari guru, gurunya siapa ya ???
Balas   • Laporkan
putra
05/08/2010
Top markotopppppppppp lah............. jgn sampe rakyat cm jd subjek penderita.....!!!!!!!!!!!!!! oleh yang berkepntingan......????????????? kalo dah menjabat lupa tuchhhhhh ma derita rakyat........!!!!!!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog