POLITIK

Komuter Tinggi, Tanda Ibukota Harus Pindah

Jika Ibukota dipindahkan, angka komuter itu minimal akan berkurang seperempat.

ddd
Rabu, 4 Agustus 2010, 18:32
Presiden SBY menyapa warga dari atas kereta
Presiden SBY menyapa warga dari atas kereta (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Direktur Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sonny Harry B. Harmadi menyatakan, peningkatan komuter yang luar biasa menjadi salah satu tanda bahwa pemindahan Ibukota mendesak untuk dilakukan. Dari 2002 ke 2009, komuter di Jakarta meningkat dua kali lipat.

"Arus komuter dari daerah pinggiran Jakarta -- Bogor Depok Tangerang Bekasi -- ke Jakarta sangat besar, sehingga menimbulkan masalah bagi Jakarta," kata Sonny dalam diskusi di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu 4 Agustus 2010.

"Bayangkan, berdasarkan data Sakernas BPS, pada tahun 2002 terdapat 740 ribu komuter di Jakarta per harinya. Namun jumlah ini melonjak drastis pada tahun 2009 menjadi 1,4 juta komuter per harinya," tutur Sonny sembari membeberkan data dalam dialog bertajuk 'Urgensi Pemindahan Pusat Pemerintahan' itu.

"Padahal penduduk Timor Leste saja total berjumlah 1,1 juta. Tapi komuter di Jakarta jumlahnya masih lebih banyak dari warga satu negara itu," Sonny berseloroh. Semua itu membuat Jakarta sebagai Ibukota terlalu berat menanggung beban, karena aktivitas penduduk di pinggiran Jakarta juga ikut dipusatkan ke Jakarta.

Yang penting juga untuk dicatat, ujar Sonny, dari total 1,4 juta komuter yang bekerja Jakarta itu, 21,3 persennya adalah pegawai pemerintah atau PNS yang bekerja di berbagai administrasi pemerintahan pusat. "Jadi, kalau pusat pemerintahan dipindah, otomatis 21,3 persen komuter tersebut juga akan ikut pindah, dan hal itu akan mengurangi beban Jakarta," kata Sonny.

Kemacetan yang terjadi di Ibukota Jakarta, menurut Sonny, juga tak lepas dari kontribusi para komuter itu. "Buruknya sarana transportasi Jakarta menyebabkan sebagian besar komuter memilih menggunakan kendaraan pribadi, sehingga menimbulkan kemacetan luar biasa," katanya.

Dosen UI itu menyatakan, pertumbuhan mobil di Jakarta pada tahun 2007 berkisar 7,75 persen, sedangkan pertumbuhan sepeda motor berkisar 12,5 persen. "Padahal antara tahun 2003-2007, tidak ada penambahan luas jalan utama di Jakarta," tutur Sonny.

Ia menambahkan, andai kemacetan akibat pertumbuhan kendaraan tersebut bisa ditanggulangi, maka Jakarta dapat menghemat sekitar Rp 9,34 miliar per menitnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Staf Khusus Bidang Pemerintahan Daerah Velix Wanggai menyatakan pemindahan Ibukota hendaklah didasari tujuan strategis untuk mempercepat dan meratakan pembangunan,  bukan karena masalah kemacetan di Jakarta semata. Simak pernyataan Velix di sini. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sadhi
05/08/2010
Sangat setuju ibukota RI pindah ke Palangkaraya, krn JKT sdh terlampau berat bebannya, hrs ke luar jawa spy ada pemerataan pembangunan, apalagi sec geografis terletak di tengah-tengah Indonesia, dpt memperkokoh persatuan bangsa.
Balas   • Laporkan
sadhi
05/08/2010
Sangat setuju ibukota RI pindah ke Palangkaraya, krn JKT sdh terlampau berat bebannya, hrs ke luar jawa spy ada pemerataan pembangunan, apalagi sec geografis terletak di tengah-tengah Indonesia, dpt memperkokoh persatuan bangsa.
Balas   • Laporkan
Hein
05/08/2010
kta juga harus memikirkan dana pemindahannya klau cma setuju tapi ga ada dananya juga percuma hanya nambah jumlah hutang aja lalu siapakah yg dibebankan dengan hutang tersebut? Rakyatkah? lebih baik berpikir menurunkan laju inflasi yg tinggi sekarang ini
Balas   • Laporkan
Budiman
05/08/2010
kok saya pesimis yah, rencana pemindahan ibukota akan mengurangi dampak masuknya penduduk yang dari kota sub-urban ke ibukota , dipikiran mereka sudah ada mind-set kalo Jakarta itu surga dunia,mau ibukota dipindah ke Jonggol ..kyknya ga ngaruh
Balas   • Laporkan
debroerr
05/08/2010
sudah saatnya ibukota di pindah ke kota lain di provinsi lain di luar jawa (kalimantan), krn dsana menyimpan potensi berkembang dan aman dari gempa dan dekat dgn malaisia
Balas   • Laporkan
jenny
05/08/2010
apa sih arti komuter?
Balas   • Laporkan
adjisaka | 05/08/2010 | Laporkan
bukan penduduk jakarta tapi masuk ke jakarta setiap hari untuk bekerja
Komarudin
04/08/2010
Jakarta akan tenggelam beberapa tahun lagi,bumi Jakarta sudah tak tahan memikul beban kemajuan kota,tinggal tunggu waktu saja.
Balas   • Laporkan
www.abahndut.com
04/08/2010
jakarta akan 180 derajat lebih sehat jika pusat pemerintahan dipindahkan....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com

Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAlog