POLITIK

Lima Provinsi dengan Kasus Korupsi Terbanyak

Provinsi yang menempati jumlah kasus paling banyak adalah Sumatera Utara dengan 26 kasus.
Rabu, 4 Agustus 2010
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Aries Setiawan
Poster anti suap dan korupsi

VIVAnews - Wabah korupsi sudah menjangkiti provinsi-provinsi di tanah air. Umumnya, sektor yang dikeruk oleh para pelaku korupsi adalah sektor keuangan daerah atau APBD.

Berdasarkan hasil investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) 'Trend Korupsi 2010 Semester I', korupsi di semester awal tahun ini sudah terjadi di 27 provinsi.

Provinsi yang menempati jumlah kasus paling banyak adalah Sumatera Utara dengan 26 kasus. Empat besar dibawahnya yaitu, Jawa Barat (16 kasus), DKI Jakarta dan kasus yang terjadi pada pemerintah pusat (16 kasus), Nanggroe Aceh Darussalam (14 kasus), dan Jawa Tengah (14 kasus).

Meski demikian, potensi kerugian negara dengan jumlah paling besar terjadi pada kasus-kasus yang terjadi di DKI Jakarta.

"Sebesar Rp709,514 miliar dengan 12 kasus," ujar Koordinator Divisi Investigasi Publik ICW, Agus Sunaryanto dalam keterangan persnya di kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Rabu 4 Agustus 2010.

Diikuti Lampung sebesar Rp408,382 miliar (7 kasus), NAD sebesar Rp 275,1 miliar (14 kasus), Maluku sebesar Rp118,875 miliar (6 kasus), dan Riau potensi kerugian negaranya mencapai Rp117,75 miliar (3 kasus).

Oleh karena itu, kata Agus, dalam mengantisipasi meningkatnya pengerukan anggaran keuangan di tiap propinsi, perlu peningkatan kapasitas DPRD dalam fungsi pengawasan APBD.

"Selain itu, perlu ada peningkatan ketat menjelang peristiwa-peristiwa politik daerah," tambahnya.

Beberapa kasus APBD dengan potensi kerugian negara sangat besar selama 2010, diantaranya: kasus pembobolan kas daerah Aceh Utara (Rp220 miliar), kasus korupsi APBD di Indragiri Hulu (Rp116 miliar), kasus korupsi kas daerah di Pasuruan Jawa Timur (Rp74 miliar), dan kasus dana otonomi daerah di kabupaten Boven Digoel (Rp49 miliar). (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found