POLITIK

17 Pertanyaan Polisi untuk Aktivis ICW

Tama S Langkun diambil berita acara pemeriksaannya di rumah sakit sore tadi.

ddd
Jum'at, 9 Juli 2010, 21:39
Aktivis ICW: Tama S. Langkut korban pembacokan
Aktivis ICW: Tama S. Langkut korban pembacokan (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun korban penganiayaan telah menjalani berita acara pemeriksaan (BAP) oleh Kepolisian Resor Kota Jakarta Selatan. Pemeriksaan berlangsung di kamar 206 Rumah Sakit Asri, Duren Tiga, tempat Tama menjalani perawatan.

"Kepolisian ingin mendapatkan detail apa yang terjadi, bagaimana keadaan saya, dan apa yang saya ingat dari kejadian tersebut," kata Tama saat ditemui di RS Asri, Duren Tiga Raya, Jakarta, Jumat 9 Juli 2010.

Kepada polisi, Tama memaparkan semua kronologis kejadiannya. Selain itu, dia juga memberitahukan nomor plat mobil Avanza, nomor telepon dan sketsa wajah pelaku. Menurut keterangan dokter yang merawat, sebetulnya Tama sudah dapat kembali ke rumah dan menjalani perobatan jalan.

"Mungkin karena kondisi badannya tidak cukup fit untuk bisa pulang, maka kepulangannya besok," kata Wakil Koordinator ICW Adnan Topan Husodo.

Sementara itu, rekan Tama yang lain, Febri Diansyah, melansir ada 17 pertanyaan yang diajukan polisi pada Tama. Pertanyaan seputar aktivitas Tama dari Rabu 7 Juli sampai kejadian penyerangan pada Kamis 8 Juli 2010.

Tama terluka parah setelah dianiaya sejumlah pria tegap saat melintas di Kawasan Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis 8 Juli 2010, sekitar pukul 04.00 WIB.

Aksi brutal itu terjadi hanya berselang dua hari setelah kantor Majalah Tempo di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat dilempari bom molotov. Sebelumnya, Majalah Tempo menurunkan laporan utama tentang kasus rekening mencurigakan milik sejumlah perwira tinggi Polri.(np)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id